Gerebek Judi, Puluhan Motor Diamankan

Puluhan sepeda motor yang diamankan di Mapolres Sumbawa Barat, dari tempat penggerebekan judi sabung ayam, di Desa Kalimantong, KSB, Minggu,  6 Januari 2019. (Suara NTB/ils) 

Taliwang (Suara NTB) – Kepolisian Resort (Polres) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) melakukan penggerebekan  judi sabung ayam di dusun Kokarmaja, Desa Kalimantong, kecamatan Brang Ene, Minggu,  6 Januari 2019. Hanya saja dipenggerebekan tersebut tidak ada satu orangpun yang berhasil diamankan lantaran kabur ke gunung setelah polisi tiba di lokasi.

Kapolres KSB, melalui Kasat Reskrim AKP. Muhaemin SH., SIK kepada Suara NTB, Senin,  7 Januari 2019, membenarkan telah dilakukannya penggerebekan terkait judi sabung ayam di Desa Kalimantong. Meskipun dalam operasi penggerebekan tersebut tidak ada satu orangpun yang diamankan, tetapi ada sekitar 20 unit kendaraan roda dua (R2) diamankan di Mapolres sebagai barang bukti. Puluhan unit kendaraan tersebut diduga milik para terduga pelaku judi,  yang kabur ketika mengetahui adanya  penggerebekan. “Motor dan BB lainnya saat ini sudah kita amankan sebagai barang bukti dan tetap akan diproses lebih lanjut jika ada yang datang untuk mengambil kendaraan itu,” ujarnya.

Iklan

Dikatakannya, pengungkapan terhadap kasus tersebut berawal dari informasi masyarakat yang sangat resah dengan aktifitas judi sabung ayam dilokasi tersebut. Mendapat informasi tersebut, pihak terkait langsung bergerak cepat untuk melakukan penggerebekan. Tetapi setelah berada di TKP, pihaknya tidak mendapatkan satu orangpun yang sedang berjudi. Hanya beberapa unit kendaraan saja milik para pelaku dan gelanggang. Kendaraan yang saat ini diamankan tersebut, bisa menjadi pintu masuk siapa-siapa saja yang terlibat dalam judi sabung ayam dan nantinya akan diproses ke tahap selanjutnya. ” Kita perkirakan operasi ini sudah bocor duluan sebelum kita gerebek makanya tidak ada satu orangpun yang kita amankan dalam operasi itu,” sebutnya.

Seraya menambahkan, penggerebekan terhadap kasus ini (judi sabung ayam) merupakan salah satu cara untuk meminimalisir terjadinya tindak pidana. Karena apabila sudah tidak ada uang untuk berjudi kemungkinan besar akan melakukan tindak pidana. Entah ini mencuri, merampok, maupun tindak pidana yang lebih sadis. Tentu dengan adanya informasi masyarakat terkait kasus itu sangat diapresiasi, sehingga upaya gangguan harkamtibmasi bisa semakin ditekan di Sumbawa Barat. “Penggerebekan ini merupakan salah satu bentuk upaya preventif kita untuk meminimalisir terjadinya tindak pidana. Apabila kita tidak bergerak cepat maka kasus-kasus seperti ini (judi) akan terus merajalela di KSB,” tandasnya. (ils)