Gerakkan Roda Perekonomian, Pelaksanaan Proyek Diharapkan Lebih Cepat

H. Sahdan. (Suara NTB/bul)

Mataram (Suara NTB) – Proyek-proyek pemerintah diharapkan terlaksana lebih cepat. Sebagaimana yang diharapkan sejumlah pihak, agar uang pemerintah cepat beredar dan ekonomi bisa ditolong dari dampak Covid-19. Dinas PUPR adalah salah satu Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang memiliki belanja besar untuk pembangunan infrastruktur. Sejumlah proyek fisik akan dilaksanakan, bahkan diantaranya sudah mulai dilaksanakan.

Diantara proyek-proyek tersebut, seperti yang disampaikan Kepala Dinas PUPR Provinsi NTB, H. Sahdan, multiyears perluasan dan pembangunan jalan nasional dan jembatan di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa. Untuk Pulau Lombok, paket proyek yang akan dilaksanakan yaitu pelebaran jalan dari yang hanya 4,5 meter menjadi 6 meter. Terutama ke daerah-daerah tujuan pariwisata.

Iklan

“Karena kondisi jalan nasional kita sudah padat. Salah satunya adalah Jalan Catur Warga Mataram, kemudian di Jl. Ade Irma Suryani,” ujarnya. Untuk tahun 2021 ini, anggaran untuk jalan nasional sebesar Rp200 miliar. Dari tahun 2020 hingga tahun 2022, anggaran untuk pekerjaan jalan nasional ini mencapai Rp750 miliar. “Rp75 miliar sudah terserap tahun 2020. Untuk persiapannya. Dan tahun 2021 ini Rp200 miliar, sisanya nanti tahun 2022. Dilaksanakan multiyears,” katanya di ruang kerjanya, Senin, 11 Januari 2021.

Sahdan mengatakan, pengejeraan jalan ini dialokasikan 32 persen di Pulau Lombok, dan 68 persen untuk pengerjaan jalan di Pulau Sumbawa. Untuk pengerjaan jalan ini, kontrak sudah dilakukan. Tinggal pelaksanaannya. “Kita gas pol, kita berpacu dengan penyedia karena identifikasi lapangan sudah dilakukan. Harapan kita bisa lebih cepat dilaksanakan agar ekonomi bisa berputar lebih cepat, apalagi di tengah pandemi corona,” imbuhnya.

Dari Dana Alokasi Khusus (DAK), tahun ini juga tersedia anggaran sebesar Rp49 miliar untuk pengerjaan jalan di Lombok Tengah dan Kabupaten Bima. Seluruh kegiatan pengerjaan jalan ini, menurutnya membutuhkan material tidak sedikit. Tenaga kerja yang dilibatkan juga tidak sedikit. Karena itu, kepala dinas mengatakan proyek infrastruktur ini bisa berefek ke pertumbuhan ekonomi.

Ia memastikan sebagian besar tenaga kerja yang dilibatkan adalah pekerja dan kontraktor lokal. 16 kontraktor dan 10 konsultan terlibat. Selain pekerjaan jalan, tahun 2021 ini ada juga pengerjaan infrastruktur Sumber Daya Air (SDA), nilainya Rp35 miliar untuk lima paket. Ditambah dana hibah IPDMIP sebesar Rp48 miliar. Seluruhnya untuk program pembangunan jaringan irigasi.

Lalu, pekerjaan lain yang akan dilaksanakan tahun 2021 ini adalah pembangunan Gedung Dinas Perindustrian Provinsi NTB dan Sain Teknologi Industri Park (STIP) di Banyumulek, Lombok Barat. Nilai anggarannya Rp22 miliar. Masing-masing senilai Rp10 miliar untuk gedung Dinas Perindustrian NTB dan Rp12 miliar untuk gedung STIP. “Rp22 miliar ini sedang persiapan lelang. Saya perkirakan ada sekitar 10.000 pekerja terlibat dari seluruh proyek-proyek ini. Kita yakinkan sebagian besar yang terlibat adalah pekerja dan kontraktor lokal agar efek tetesnya dirasakan langsung oleh daerah,” demikian Sahdan. (bul)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional