Gerakan Subuh, Bupati Apresiasi Mahasiswa KKN Ummat

Mahasiswa KKN UMM dilepas secara resmi oleh Bupati KLU,Kamis, 9 September 2021.(Suara NTB/ ist)

Tanjung (Suara NTB) – Bupati Kabupaten Lombok Utara (KLU) H. Djohan Sjamsu, S.H., secara resmi melepas mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Mataram (Ummat), di kantor Pengurus Daerah Muhammadiyah (PDM) KLU, Kamis, 9 September 2021. Sebanyak 200 orang mahasiswa putra dan putri yang tersebar di 20 desa di KLU, telah memberi kesan positif di masyarakat.

“Saya berterima kasih dan apresiasi adik-adik mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah di Lombok Utara. Saya ingin semangat membangun pascagempa datang dari semua unsur, termasuk mahasiswa dan pemuda,” pinta Djohan.

Iklan

Ia menyadari, banyak kekurangan dan kendala yang dihadapi mahasiswa. Mengingat sarana dan prasarana di masyarakat belum normal. Tidak menutup kemungkinan, Sekretariat Mahasiswa KKN kurang representatif. Namun diyakininya, kepala desa sebagai perpanjangan tangan pemerintah kabupaten, telah memberi dukungan maksimal agar pelaksanaan KKN berjalan lancar.

“Mungkin ada tutur kata, sikap yang kurang berkenan selama berinteraksi dengan masyarakat, selaku kepala daerah, saya memohon maaf untuk itu,” imbuh bupati.

Sementara, Wakil Ketua Pengurus Daerah Muhammadiyah KLU, H. Alwi, mengaku sumbangsih dan peran serta mahasiswa Ummat yang KKN di KLU memberi warna dalam membangun daerah. Membangun pada konteks ini tidak semata fisik, melainkan semangat, mental dan karakter masyarakat yang berbudaya sebagaimana visi pemerintah daerah.

Ia mengenang, gempa KLU pada 2018 masih berdampak pada masyarakat hingga saat ini. Gempa yang terjadi, tidak hanya mengundang isi bumi, tetapi juga menggerakkan semangat Muhammadiyah yang ditunjukkan oleh para mahasiswa.

“Yang pasti gempa juga menggerakkan hati nurani, jiwa dan semangat Muhammadiyah se – Indonesia untuk membangun kembali Lombok Utara. Tidak hanya generasi senior, tetapi juga kader muda Muhammadiyah seluruh Nusantara, datang, berbagi dan membangun. Mahasiswa KKN terutama, ikut menggerakkan motivasi masyarakat dari Subuh melalui gerakan Shalat Subuh berjamaah,” papar Alwi.

Tidak hanya mental healing, mahasiswa sebut Alwi, ikut membantu pemulihan ekonomi melalui pendampingan UMKM dan pariwisata. Salah satunya, membina kemasan produk UMKM.

“Di beberapa tempat, terlihat inovasi. Misalnya Sate Nipah, dari sebelumnya kemasan seadanya, dibina sehingga tampilan kemasannya lebih menarik,” pujinya.

Alwi berharap, dampingan semangat membangun daerah terus digalakkan Muhammadiyah melalui gerakan-gerakan inovatif para mahasiswanya. Diharapkan pula, KLU tetap menjadi daerah ketempatan rutin untuk program KKN di tahun-tahun berikutnya.

“KLU pembuka KKN pertama, tentu Muhammadiyah akan mengunjungi daerah lain. Tetapi ke depan kita akan usulkan kembali untuk Lombok Utara setelah situasi sedikit normal,” pungkasnya. (ari)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional