Gerakan #SaveIbuNuril Dapat Dukungan dari Luar Negeri

Mataram (suarantb.com) – Persidangan kasus pelanggaran UU ITE dengan terdakwa Baiq Nuril Maknun kembali digelar Rabu, 17 Mei 2017 di Pengadilan Negeri Mataram. Persidangan dengan agenda pemeriksaan saksi itu digelar tertutup. Meski demikian, pendukung Ibu Nuril dari gerakan #SaveIbuNuril setia menunggu di luar ruang sidang.

Juru Bicara Gerakan #SaveIbuNuril, Nur Janah mengatakan pembuktian yang ada dan cenderung dipaksakan dalam kasus Ibu Nuril masih sangat lemah berdasarkan kajian kuasa hukum. Ia khawatir kasus serupa bisa menimpa orang lain khususnya perempuan.
“Yang sebenarnya upayanya untuk menyelamatkan dirinya, tetapi dalam hal ini ia menjadi korban,” kata Janah saat dikonfirmasi suarantb.com, Rabu, 17 Mei 2017.

Iklan

Gerakan #SaveIbuNuril menggalang dukungan untuk melawan kriminalisasi terhadap Ibu Nuril. Sejauh ini gerakan #SaveIbuNuril sudah mendapat dukungan dari seluruh Indonesia. Bahkan menurut Janah, gerakan untuk membebaskan Ibu Nuril sudah mendapat dukungan dari luar negeri.

“Sehingga Ibu Nuril semangat untuk memperjuangkan kasus ini sampai tuntas,” ujarnya.
Janah menambahkan pengadilan harus melihat bahwa proses ini telah mendapatkan dukungan oleh banyak orang. Hal itu perlu diperhatikan oleh pengadilan terkait proses hukum yang akan dijalani Ibu Nuril.

Terkait dukungan luar negeri, Janah mengaku sudah mendapat dukungan dari Hongkong, Prancis dan kelompok lain yang ada dalam daftar  dukungan.

“Dari Hongkong, forum buruh migran Indonesia di Hongkong, ada juga gerakan perempuan yang ada di Prancis kami mendapatkan inbox-nya,” ungkapnya.

Sampai saat ini sekitar 140 lembaga bergabung mendukung gerakan #SaveIbuNuril. Sedangkan secara personal sudah didukung 50 orang. Menurut Janah, hal itu diluar jaminan penangguhan penahanan baik secara kelembagaan maupun personal yang sudah diajukan ke PN. (bur)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here