Genangan di Mataram Harus Cepat Ditangani

H. Mohan Roliskana. (Suara NTB/bay)

Mataram (Suara NTB) – Tingginya intensitas hujan di Kota Mataram hingga saat dikhawatirkan meningkatkan potensi genangan di beberapa ruas jalan. Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana menekankan kondisi tersebut harus menjadi perhatian organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk segera diatasi.

“Memang ada saluran yang sedimennya cukup tinggi. Sekarang kita minta mereka (OPD, Red) bergerak semua, terutama untuk mengatasi beberapa titik yang masih sering tergenang,” ujar Mohan, Kamis, 24 Juni 2021.

Iklan

Diterangkan, normalisasi saluran di Kota Mataram memang telah dikerjakan oleh OPD terkait, dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Mataram. Namun pihaknya meminta percepatan guna mengurangi potensi masalah lainnya yang mungkin ditimbulkan dari genangan tersebut.

“Beberapa (titik genangan) memang sudah ditangani, tapi perlu ada percepatan. Kita juga minta supaya masyarakat hati-hati dengan ini, karena kondisi saat ini kita khawatir dengan demam berdarah,” tandas Mohan.

Terpisah, Ketua DPRD Kota Mataram, H. Didi Sumardi menyebut penanganan potensi genangan di Kota Mataram memang perlu dilakukan menyeluruh. Terutama untuk saluran-saluran yang mengalami sedimentasi parah.

“Seperti di Pagutan itu tingkat sedimentasinya tinggi sekali, sementara kita berada pada posisi topografi lebih rendah dari (dasar) sungai itu. Khusus untuk itu dari Dinas PU mengalami masalah untuk mengerahkan ekskavator ke situ. Ini yang seharusnya diatasi, karena tidak mungkin kita berhenti di masalah itu tanpa melakukan upaya apapun,” ujar Didi.

Beberapa solusi menurutnya bisa diambil oleh Pemkot Mataram. Antara lain melakukan relokasi beberapa rumah warga agar alat berat bisa masuk untuk melakukan pengerukan sedimentasi, atau memanfaatkan teknologi untuk melakukan penyedotan.

“Informasinya ada alat yang bisa digunakan untuk menyedot lumpur atau sedimentasinya. Ini adalah solusi-solusi yang perlu dijajaki kemungkinan-kemungkinannya,” jelasnya. Di sisi lain, pihaknya meminta stakeholder terkait benar-benar memperhatikan instruksi Walikota untuk melakukan percepatan penanganan. “Ini harus menjadi konsern dan perhatian OPD terkait,” sambung Didi.

Menurutnya, masalah genangan memang menjadi tantangan untuk daerah seperti Kota Mataram. Walaupun progres positif telah dicapai beberapa tahun terakhir, kebutuhan masyarakat untuk terhindar dari genangan tersebut disebut Didi tetap harus dipenuhi.

“Meskipun kita ada progres penanganan titik genangan dari ratusan jadi sekitar puluhan di mana sudah di bawah 50 titik sekarang, ekspektasi masyarakat tetap perlu jadi perhatian. Terutama untuk genangan sekecil apapun itu ditiadakan. Ini yang perlu ikhtiar terus-menerus,” tandas Didi.

Kepala Dinas PU Kota Mataram, Miftahurrahman menerangkan titik genangan paling parah saat ini ada di sekitar tugu tani di Jalan Selaparang, Mataram. Kendati demikian titik tersebut telah berhasil ditangani dengan perbaikan saluran yang dilakukan.

“Jadi hanya di titik itu yang parah (genangannya) sejak hujan kemarin, tapi sudah kita tangani. Yang lain Alhamdulillah tidak ada, terutama di beberapa titik yang biasanya tergenang, tidak lagi ada untuk sementara ini setelah kita lakukan pembersihan sejak awal tahun kemarin,” tandas Mifta. (bay)

Advertisement