Gemar Membatik, Upaya KLU Menuju ‘’Zero Waste’’

Pengukuhan pengurus Bank Sampah Internal Dinas LH oleh Sekda KLU H. Suardi. (Suara NTB/ist)

Tanjung (Suara NTB) – Pengelolaan sampah belum menjadi sebuah budaya di masyarakat Lombok Utara. Untuk memulai itu, Pemkab Lombok Utara meluncurkan program Gerakan Masyarakat Membatasi dan Mengatasi Bahaya Sampah Plastik (Gemar Membatik).

Dinas Lingkungan Hidup, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DLHPKP) Kabupaten Lombok Utara (KLU) setidaknya sudah mulai memberi contoh. Di kantornya, LH sudah menerapkan kebijakan pembatasan sampah plastik. Tidak ada lagi gelas plastik dan botol plastik wadah air minum. Cadangan air minum disiapkan melalui galon/dispenser, sedangkan gelasnya dari gelas kaca.

Iklan

Hanya pada kertas kresek saja yang masih belum berganti dari plastik kepada plastik go green. Untuk yang satu ini, Dinas LH masih kalah langkah dibanding beberapa hotel yang mengadopsi go green di lingkungannya.

Asisten III Setda NTB Ir. Hj. Hartina, MM.,dari Pemprov NTB memuji program implementasi Gemar Membatik.  “Pemilihan kata Gemar Membatik sangat bagus. Kalau bisa buat percontohan di salah desa tentang cara pengolahan sampah yang benar seperti apa,” katanya.

Sementara, Sekda Lombok Utara, Drs. H. Suardi, MH., program Gemar Membatik merupakan upaya Pemkab mendukung program nasional dan program Pemprov NTB menuju Zero Waste. Program ini berorientasi untuk menarik partisipasi aktif masyarakat untuk mengelola sampah rumah tangga.

Ia mengajak semua pihak untuk mengurangi sampah plastik dengan berbagai cara, dari mengendalikan sampah plastik, sampai memanfaatkan sampah organik sebagai pupuk. Terlebih lagi, KLU memiliki daerah objek wisata milik masyarakat dunia.

Sekda juga mendorong agar tidak hanya LH, tetapi juga OPD lain agar bergerak mensukseskan Gemar Membatik. OPD harus memberi contoh agar pengelolaan sampah bisa bernilai ekonomis bagi masyarakat.

Kepala Dinas LH PKP KLU, H. Rusdi, ST. MM., Gemar Membatik merupakan serangkaian langkah Pemda khususnya Dinas LH. Sebelumnya, Dinas LH telah membranding kendaraan operasional pengangkut sampah. Bak-bak dump truck sampah dipermak dengan gambar view objek wisata yang ada di KLU. “Kita berterima kasih, Pemprov siap membantu dari segi pendanaan sebesar Rp500 miliar. Mudah-mudahan terwujud dan kalau bisa ditambah,” sebutnya. (ari)