Gelorakan Program Kependudukan dan KB sebagai Miniatur Pembangunan Bangsa

Selong (Suara NTB) – Penduduk merupakan pelaku dan penerima manfaat dari pembangunan, dinamika kependudukan baik jumlah, struktur, dan mobilitas penduduk harus diperhatikan dalam perencanaan pembangunan. Jumlah penduduk yang besar dan berkualitas akan menjadi modal dalam pembangunan. Sebaliknya, penduduk yang tidak berkualitas akan menjadi beban. Maka dari itulah pemerintah saat ini di bawah kepemimpinan Presiden Ir. H. Joko Widodo mencanangkan program kampung KB yang merupakan miniatur dalam pembangunan Republik Indonesia.

1

Iklan
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Hj. Ermalena MHS memberikan sambutan pada pencanangan Kampung KB di Desa Rensing Raya Kecamatan Sakra Barat.

Hal ini terungkap dalam dialog interaktif Pencanangan Kampung KB yang digelar BKKBN Perwakilan Provinsi NTB bekerjasama dengan Komisi IX DPR RI di Desa Rensing Raya Kecamatan Sakra Barat, Rabu, 9 November 2016. Hadir dalam acara itu, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Dapil NTB, Dra. Hj. Ermalena, MHS, Kepala BKKBN Perwakilan NTB, Dr. Drs. Lalu Makrifuddin, MSi, Ketua Persatuan Dharma Wanita Lotim, Sukaenah Rohman Farly, Kepala BPKKB Lotim, H. Suroto, SKM, MKes, dan lainnya.

Bupati Lotim, H. Moch Ali Bin Dachlan diwakili Kepala BPPKB Lotim, H. Suroto, SKM,MKes, mengatakan tantangan kependudukan ke depan sangat beragam. Misalnya secara kuantitas, jumlah penduduk Lotim 1.294.219 jiwa, 60% usia produktif menjadi peluang jika semua bekerja.  Namun apabila dilihat secara kualitas, dari segi pendidikan, kesehatan dan ekonomi masih perlu terus mendapat perhatian khusus agar sejajar dengan daerah lain di NTB dan Indonesia.

2

Kepala Perwakilan BKKBN NTB Lalu Makrifuddin saat memberikan sambutan. (Suara NTB/yon)

Selain itu, untuk angka pertumbuhan penduduk, angka kelahiran masih cukup tinggi yaitu 23,5 persen per 1.000 penduduk, 30.000 ibu hamil per tahun di Lotim (sekitar 26.000 bayi lahir pertahun) dengan rata-rata jumlah anak 2-3 dan laju pertumbuhan penduduk 1%. Kondisi itu disebabkan jumlah perkawinan baru yang masih tinggi sekitar 12.000 orang per tahun dengan peserta KB aktif 70% dari 290.000 PUS (72% masih non MKJP).

3

Sambutan Kepala BPPKB Lotim, H. Suroto. (Suara NTB/yon)

Sementara, Kepala BKKBN Perwakilan Provinsi NTB, Lalu Makrifuddin, menjelaskan, pelaksanaan Kampung KB ini merupakan inisiatif dari Presiden, Ir. Joko Widodo yang ingin melihat pembangunan itu lebih fokus. Karena sekarang ini banyak program tapi banyak pemikiran bahwa program itu tidak fokus. Oleh karena itu, Presiden menginisiasi untuk menggelorakan kembali semangat program kependudukan dan keluarga berencana  salah satunya melalui Kampung KB. Diharapkan, dengan adanya Kampung KB ini masyarakat dapat bersama-sama memusyawarahkan kebutuhan dan mimpi masing-masing.

4

Kepala Desa Rensing Raya, Munawir Haris memberikan sambutan (Suara NTB/yon)

Misalnya semua penduduk di Desa Rensing Raya minimal harus tamat SMA, anak-anak semuanya cerdas dan ibu-ibu sehat, maka keinginan untuk mewujudkan mimpi-mimpi harus dilakukan secara bersama-sama, sehingga perubahan kearah yang lebih baik akan nampak. Itulah, katanya, kenapa kegiatan ini dicanangkan dengan nama kampung KB, bukan desa ataupun kecamatan.

Dalam kesempatan itu, Makrifuddin menjelaskan target untuk tahun 2016 ini, bahwa satu kabupaten di NTB terdapat satu Kampung KB.  Akan tetapi, komitmen dari Bupati Lotim, H. Moch Ali Bin Dachlan bersama Ketua Tim Penggerak PKK Lotim, Hj. Supinah Ali Bin Dachlan sangat luar biasa, jika Pemda Lotim sudah mencanangkan 24 kampung KB, itu artinya semua kecamatan yang ada di Lotim sudah memiliki kampung KB.

6

Tamu undangan dan masyarakat yang hadir dalam acara pencanangan Kampung KB. (Suara NTB/yon)

Ia kembali menegaskan, pencanangan Kampung KB sangat berkaitan erat dengan kependudukan dan keluarga berencana,  sehingga sangat memerlukan keterlibatan semua pihak dalam mensukseskan program ini. Program Kampung KB  ini juga bukan semata-semata untuk membatasi kelahiran.

7

Tim Regu Nyanyi dari PKK menyanyikan Mars Keluarga Berencana. (Suara NTB/yon)

Sementara, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Dapil NTB, Hj. Ermalena, MHS, menegaskan, Kampung KB sangat penting, karena merupakan bentuk miniatur dari pembangunan di Indonesia. Jadi kalau ita berhasil membangun kampung KB ini dengan baik dengan seluruh pihak bekerjasama. Maka pada saatnya nanti kampung KB inilah yang akan memberikan kontribusi, gagasan, pikiran dan contoh bagaimana Indonesia ini dibangun ke depan.

Dalam pelaksanaan kampung KB ini, katanya, tidak semestinya harus dilakukan oleh BKKBN, melainkan semua orang yang berkepentingan, termasuk komponen masyarakat. Maka dari itu, ia berharap ke depan generasi muda harus melanjutkan apa yang sudah  dilakukan oleh orang-orang terdahulu.

8

Tari Tradisional Sasak khas Desa Rensing Raya diiringi Gendang Beleq memeriahkan kegiatan pencanangan Kampung KB. (Suara NTB/yon)

Dalam kegiata Kepala Desa Rensing Raya Kecamatan Sakra Barat, Munawir Haris, S.Pd sangat berterima kasih atas dipilihnya Desa Rensing Raya sebagai salah satu desa untuk dilaksanakannya kampung KB. Pencanangan kampung KB ini, katanya, sejak tahun 2015 lalu sudah dideklarasikan oleh Desa Rensing Raya. Hanya saja pada saat itu belum terstruktur. (yon/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here