Gelombang Tinggi, Nelayan Empat Hari Tak Melaut

Puluhan kapal tangkap ikan yang diparkir di teluk Bima lantaran tidak bisa melaut akibat angin kencang dan gelombang tinggi, Selasa, 3 Maret 2020. (Suara NTB/Uki)

Kota Bima (Suara NTB) – Gelombang tinggi di perarain laut Flores yang mencapai 1 meter lebih, memaksa para nelayan Desa Rompo Kecamatan Langgudu Kabupaten Bima memarkir kapal tangkapan di teluk Bima. Bahkan hal itu terjadi sudah empat hari terakhir.

Pemilik kapal tangkap, Ihwan mengaku, terpaksa tidak melaut lantaran  tidak ingin mengambil resiko dengan kondisi cuaca saat ini. Yakni angin kencang disertai gelombang tinggi.

Iklan

“Sudah empat hari kita tidak melaut akibat angin kencang dan gelombang tinggi. Akan normal kembali diprakirakan sampai seminggu kedepan,” katannya kepada Suara NTB, Selasa, 3 Maret 2020.

Bahkan lanjutnya akibat cuaca ekstrem tersebut, sebuah kapal nelayan milik rekannya tenggelam di sekitar perairan Kolo, belum lama ini. Beruntungnya peristiwa itu tidak menelan korban jiwa dan kapal pun diselamatkan. “Makanya memilih untuk tidak melaut dulu,” katanya.

Selain dirinya, ada sekitar puluhan kapal tangkap yang tidak melaut. Sembari menunggu cuaca normal kembali, mereka memanfaatkan untuk memperbaiki alat tangkap. “Biasanya jika kondisi cuaca seperti paling kita perbaiki kapal dan perbaiki alat tangkap,” katanya.

Ihwan mengatakan selama tidak melaut, semua kebutuhan Anak Buah Kapal (ABK) akan ditanggung oleh pemilik kapal. Dalam sehari bisa menghabiskan anggaran Rp500 hingga Rp1 juta untuk membeli berbagai keperluan.

“Misalnya untuk membeli beras, lauk, sayur, air bersih yang kita beli Rp25 ribu per drum. Hingga biaya hidup ABK sehari-hari akan ditanggung pemilik kapal,” katanya. Ia menambahkan, biaya yang dikeluarkan setiap hari tersebut juga tidak sesuai dengan pemasukkan yang didapat. Jika melaut, dalam sehari pendapatan bisa mencapai Rp5 juta.

“Pendapatan ini juga tergantung hasil tangkapan serta penjualan. Kalau saat ini harga ikan turun, mencapai Rp50 ribu per ember,” pungkasnya. (uki)