Gelaran WSBK dan MotoGP, Bulan Ini, Dipastikan Kesiapan Infrastruktur Fisik dan Non Fisik

Hj.Sitti Rohmi Djalilah (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Wakil Gubernur (Wagub) NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah memastikan seluruh infrastruktur fisik dan non fisik benar-benar sudah siap bulan Oktober ini jelang gelaran World Superbike (WSBK) 2021 dan MotoGP 2022. Bahkan, Pemprov NTB juga mempelajari pelaksanaan event tersebut yang dilaksanakan di negara lain.

‘’Semua on the right track Oktober ini. Insya Allah semua sudah siap dan kita di daerah juga siap,’’ kata Wagub dikonfirmasi di Kantor Gubernur, Jumat, 8 Oktober 2021.

Iklan

Rohmi mengatakan infrastruktur fisik seperti bandara, jalan bypass BIZAM – KEK Mandalika dan Medical Center di Pertamina Mandalika International Street Circuit juga hampir sudah rampung. Untuk jalan bypass sepanjang 17 km dari bandara ke KEK Mandalika, pada 10 Oktober mendatang sudah rampung.

Begitu juga masalah kelistrikan di dalam sirkuit. ‘’Setiap item itu sekarang sedang digesa. Kemudian bagaimana peluang UMKM, penataan lingkungannya. Kelistrikan, semua sudah kita prepare,’’ tambahnya.

Agar event WSBK benar-benar sukses, Rohmi mengatakan Pemprov juga mempelajari pelaksanaan event tersebut yang digelar di negara lain. Sehingga, dapat dijadikan bahan untuk persiapan yang lebih matang.

‘’Mempelajari event itu bagaimana dilaksanakan di tempat lain, itu juga dilakukan. Dari segala sisi kita persiapkan. Saya sangat optimis kalau lihat kerja tim semua bagus,’’ucapnya.

Sementara itu terkait dengan kepastian jumlah dan harga tiket yang belum ditentukan hingga saat ini, Wagub mengatakan Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah sedang berada di Jakarta membahas hal tersebut. “Pak Gub lagi di Jakarta. Lagi ngomongin tentang itu,” tandasnya.

Sebelumnya, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Hariyadi B. Sukamdani mengatakan kepastian mengenai jumlah dan harga tiket WSBK Mandalika cukup mendesak segera ditentukan. Agar event internasional tersebut mempunyai nilai tambah ekonomi untuk NTB.

“Jadi, jauh-jauh hari harus ditentukan menyangkut masalah tiket WSBK ini. Tiketnya mau dijual berapa, jumlahnya berapa,” kata Hariyadi.

Menurutnya, Pemerintah dan penyelenggara WSBK harus berkaca dari perhelatan Asian Games beberapa tahun lalu. Event yang bagus seperti Asian Games, nilai tambah ekonominya tidak maksimal lantaran tidak jelasnya masalah tiket.

“Eventnya bagus, tapi nilai tambah ekonominya ndak maksimal. Karena pengalaman di Asian Games kemarin, itu karena ndak jelas bagaimana distribusi tiketnya,” katanya.

Menurutnya, kejelasan soal jumlah dan harga tiket WSBK Mandalika perlu segera ditentukan. Sehingga penonton baik domestik dan mancanegara dapat merencanakan kunjungannya. Begitu juga pelaku wisata, juga akan bisa merencanakan paket-paket wisata yang akan disiapkan pada saat perhelatan WSBK.

“Makin cepat ditentukan jumlah dan harga tiketnya maka semakin bagus. Harus ada kepastian soal jumlah dan harga tiket. Karena itu butuh promosi,” imbuhnya.

Waktu perhelatan WSBK Mandalika sudah semakin mepet. Kaitan dengan kepastian jumlah dan harga tiket ini, paling tidak sebulan sebelum pelaksanaan event sudah ditentukan.

“Karena takutnya kalau ndak cukup waktu orang nanti merencanakan bagaimana. Kemudian pesawatnya juga disiapkan. Jumlah pesawat berapa, sehingga kita semua bisa merencanakan dengan baik,” katanya.

Event WSBK di Sirkuit Mandalika akan digelar 19 – 21 November mendatang. Namun sebelum event tersebut, akan digelar lomba balap tingkat Asia, yaitu Idemitsu Asia Talent Cup (IATC), 12 – 14 November 2021. (nas)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional