Gelaran IATC dan WSBK 2021, Tiga Matra TNI Kekuatan Penuh Jaga Sirkuit Mandalika

(dari kiri ke kanan) Danlanud Zainuddin Abdul Majid Kolonel Pnb Khairun Aslam, Danlanal Mataram Kolonel Laut (P) Suratun, Gubernur NTB H. Zulkieflimansyah, dan Danrem 162/WB Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani berjalan berdampingan usai upacara peringatan HUT ke-76 TNI di Makorem 162/WB, Selasa lalu.(Suara NTB/Penrem 162/WB)

Mataram (Suara NTB) – Tiga matra TNI mengerahkan seluruh sumber daya yang diperlukan untuk mengamankan jalannya perhelatan World Superbike Sirkuit Mandalika. TNI AD dan TNI AU mendatangkan tambahan pasukan dari Mabes TNI. Sementara TNI AL bakal memboyong KRI dari Koarmada II.

Danrem 162/Wira Bhakti Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan, pihaknya bakal menggelar pasukan pengamanan sebanyak 3 ribu orang mendukung Polda NTB untuk mensukeskan perhelatan World Superbike (WSBK) pertengahan Oktober nanti. “Untuk nama baik bangsa dan negara. Belum lagi nanti ditambah pasukan yang datang dari Kodam IX/Udayana dan Mabes AD. Itu pasti lebih dari 5 ribu orang yang akan tergelar,” sebutnya, kemarin.

Iklan

Pengamanan WSBK nantinya tergelar dengan operasi khusus yang melibatkan TNI-Polri serta Mandalika Grand Prix Association (MGPA). Sejumlah pasukan untuk pengamanan kini sedang disiapkan dan diproyeksikan hadir dalam pengamanan semua lini. “Kami lakukan pengamanan ini, sinergi dengan Polri tujuannya hanya satu, mensukseskan program pemerintah dalam menggelar Superbike dan MotoGP dan memajukan masyarakat NTB,” jelas jenderal bintang satu lulusan Akmil 1993 ini.

Danlanal Mataram Kolonel Laut (P) Suratun menilai WSBK dan MotoGP Mandalika merupakan program prioritas pengamanan. TNI AL pun menerjunkan pasukan untuk menjaga teritori laut dari potensi gangguan. “Kebetulan sirkuit ini berhadapan dengan laut pesisir selatan Samudra Hindia. Itu nanti kita hadirkan armada-armada dari Surabaya, KRI yang mampu melaksanakan tugas pertahanan di perairan selatan,” urainya.

TNI AL mendapat tanggung jawab ikut mengamankan arus kedatangan orang dan barang baik penonton maupun logistik keperluan WSBK yang masuk melalui pelabuhan. Terutama pelabuhan besar seperti Pelabuhan Lembar dan Pelabuhan Gili Mas, Lombok Barat. “Kami akan backup pintu masuk pelabuhan. Banyak kapal besar membawa material, personel. Itu akan kami backup penuh untuk meyakinkan pengamanannya,” ujarnya.

Menurut Suratun, perhelatan internasional di KEK Mandalika seperti WSBK yang perdana digelar ini merupakan pertaruhan citra bangsa. Maka pihaknya mendedikasikan penuh untuk menyiapkan bantuan pengamanan di aspek laut. “Kami sudah komitmen, kami akan sekuat tenaga, semaksimal mungkin dengan segala kemampuan yang kami punya mengantisipasi potensi gangguan yang bisa menggagalkan event ini,” tegasnya.

Danlanud Zainuddin Abdul Majid Kolonel Pnb Khairun Aslam menjelaskan, dukungan pengamanan event internasional ini sudah dilakukan dari proses penyiapannya. Dia memberi contoh program percepatan vaksinasi serta pengamanan proyek perpanjangan landasan pacu Bandara Internasional ZAM di Praya, Lombok Tengah. “Kami dari aspek udara sudah menambah pengamanan di Bandara,” sebutnya.

Proyek perpanjangan landasan dikerjakan sejak November 2020 lalu. Landasan Bandara ZAM semula panjangnya 2.750 meter. Diperpanjang menjadi 3.300 meter. Perpanjangan ini menambah daya kapasitas maksimum sehingga bisa didarat pesawat berbadan lebar sekelas Boeing 777 dan Boing 747. Demikian juga dengan pengamanan proyek perluasan apro sisi barat menjadi 50.923 meter persegi dari yang semula hanya 25.553 meter persegi.

Perluasan ini menambah kapasitas parkir menjadi 18 pesawat berbadan kecil serta enam pesawat berbadan lebar. “Alhamdulillah proyek berjalan aman dan kondusif,” terangnya. Khairun mengatakan, pihaknya juga akan menambah jumlah pasukan pengamanan. Penebalan ini sebagai bentuk keseriusan pengamanan WSBK. “Kami menebalkan pasukan di Bandara dan helipad saat kegiatan walaupun belum ada pengerahan Alutsista,” tutupnya. (why)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional