Gelar Sekolah Lapang, Kelompok Tani Silagama Diharapkan Jadi Contoh Bagi Petani Lain

Jajaran Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Dompu saat melakukan kegiatan sekolah lapang untuk pemupukan tahap kedua di kelompok tani Silagama Desa Pekat, Kamis, 8 Oktober 2020.(Suara NTB/ist)

Dompu (Suara NTB) – Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Dompu menunjuk kelompok tani Silagama sebagai tempat sekolah lapang budidaya padi. Kelompok tani yang memanfaatkan DI Latonda di Desa Pekat Kecamatan Pekat ini melakukan budidaya padi dengan sistem jajar legowo dan memasuki masa pemupukan tahap kedua.

Program sekolah lapang di kelompok tani Silagama TR Dusun Latonda 1 Barat Desa Pekat ini diharapkan menjadi media pembelajaran bagi petani lain di wilayah Kecamatan Pekat dan Kabupaten Dompu umumnya. Karena pada sekolah lapang, pembelajarannya mulai dari pengolahan lahan, pembibitan, penanaman, pemupukan hingga pengolahan pasca panen. Targetnya pada peningkatan produksi.

Iklan

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Dompu, Ilham, SP melalui kepala seksi Penyuluhannya, Muhammad Nastap, SE kepada Suara NTB, Jumat, 9 Oktober 2020.

“Kegiatan sekolah lapang kemarin, pemberian pemupukan kedua pada tanaman padi yang dibudidaya kelompok Silagama TR,” katanya.

Ilham, SP. (Suara NTB/ist)

Dikatakan Nastap, kegiatan sekolah lapang ini merupakan kegiatan yang didukung program pengembangan dan manajemen irigasi partisipatif terintegrasi (IPDMIP). Tujuannya untuk mendukung upaya pemerintah dalam mengatasi berbagai kendala dan meningkatkan produktifitas pertanian, serta mengurangi kemiskinan di pedesaan, mempromosikan kesetaraan gender dan meningkatkan gizi.

Sehingga pada sekolah lapang juga terdapat forum berbagi pengalaman antar petani. Forum itu tidak hanya pesertanya dari anggota sekolah lapang, tapi juga petani lain, penyuluh, dan peneliti.

Pada akhir pertemuan sekolah lapang dilakukan saling berbagi informasi tentang pengalaman pembelajaran dan permasalahan yang ditemui selama kegiatan. Kemudian menyusun rencana tindak lanjutnya, pembiayaan usaha tani, organisasi petani dan hal lain terkait dengan peririgasian.

“Tujuan keseluruhan program ini untuk meningkatkan ketahanan pangan dan mata pencaharian masyarakat pedesaan,” ujarnya.

Di Dompu, ada 4 Kecamatan dan 6 Desa yang menerima program IPDMIP. Yaitu Desa Ranggo dan Tembalae kecamatan Pajo, desa Kempo kecamatan Kempo, desa Malaju kecamatan Kilo, serta Desa Pekta dan desa Nangakara kecamatan Pekat. Masing – masing Desa memiliki kegiatan yang berbeda – beda.

“Kalau di Kempo kegiatannya pelatihan penyuluh swadaya. Di Pekat itu sekolah lapang,” terangnya.

Karena hanya sebagian kelompok dan tempat yang mendapat kegiatan, Nastap berharap bisa diikuti di tempat lain. Sehingga pihaknya selalu melibatkan penyuluh pada setiap kegiatan, dengan harapan bisa diterapkan pada daerah binaannya.

“Sistem budidaya padi pada kegiatan sekolah lapang ini juga diharapkan menjadi pembelajaran bagi petani lain untuk mendapatkan produksi yang besar,” katanya. (ula/*)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional