Gelar RAT, Dua Gapoktan di Dompu Siap Kembangkan Usaha

Dompu (Suara NTB) – Gabungan kelompok tani (Gapoktan) Satando Amba Kelurahan Montabaru dan Gapoktan Anton Jaya Kelurahan Kandai Dua menggelar rapat anggota tahunan (RAT) 2017. Selain berfungsi menyiapkan cadangan pangan bagi petani, Gapoktan juga akan mengembangkan usaha dalam meningkatkan keuntungan.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Dompu, Drs Burhanuddin yang diwakili oleh Kasi Harga Pangan Dinas Ketahanan Pangan, Sukaemi, S. Pt saat membuka RAT Gapoktan Satando Amba dan Gapoktan Anton Jaya, Rabu, 28 Maret 2018 mengungkapkan, gapoktan atau lembaga distribusi pangan masyarakat (LDPM) Satando Amba dan Gapoktan Anton Jaya sudah masuk dalam gapoktan mandiri yang bisa mengembangkan usahanya.

Iklan

Namun kehadiran pihaknya sebagai pembina, karena bagian dari program di ketahanan pangan untuk lembaga distribusi pangan masyarakat. “Tapi tidak jauh dari urusan pangan,” katanya.

Rapat anggota tahunan untuk mengevaluasi program tahun sebelumnya dan merencanakan program tahun berikutnya. Momen ini harus dimanfaatkan oleh pengurus bersama anggota untuk memperbaiki kinerja Gapoktan untuk lebih baik.

“Saya melihat dari laporan neraca, SHU (sisa hasil usaha), trennya terus menurun. Ini perlu trik – trik khusus agar kedepan, usahanya bisa berkembang dan mendapatkan SHU yang lebih besar,” harapnya.

Pengurus kedua Gapoktan didampingi Lurah Montabaru dan pejabat dari Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Dompu ikut hadir pada acara RAT kedua Gapoktan.

Sukaemi juga mendorong Gapoktan untuk mengembangkan usahanya setelah masa produksi gabah dan mengalihkan perhatian ke jagung. Kebetulan Dompu sebagai daerah sentra jagung dan itu bisa menjadi peluang usaha. Ia juga mendukung Gapoktan untuk mengembangkan penangkaran benih bagi kebutuhan anggota kelompok.

“Kalau itu bisa dikembangkan, itu akan menjadi peluang usaha dan dapat membantu anggota kelompok dalam penyiapan bibit serta saprodinya,” ungkapnya.

Lurah Montabaru, Suradin, SE, SH pada kesempatan yang sama mengingatkan soal hama yang menyerang tanaman padi petani di so Monta. Hama ini harus diatasi dengan penyeragaman menanam agar hama tidak berkembang biak dan dapat dipotong mata rantainya. Karenanya, ia mendorong agar para petani dapat mematuhi keseragaman menanam untuk menghindari hama.

“Tidak ada keseragaman (tanam), itu yang membuat hama. Makanya kita atur pola tanam dan ini semua untuk kebaikan bersama, sehingga penyebaran hama dapat dibatasi,” katanya.

Ketua Gapoktan Satando Amba, H Zaenal Arifin dalam laporannya mengungkapkan, anggota Gapoktan Satando Amba sebanyak 63 orang yang terdiri dari kelompok Tani Makmur, kelompok Saheko Lapa, kelompok Setia Ikhlas, kelompok Satampa Renda, dan kelompok tani Satando Amba. Tapi yang hadir hanya sebagian kecil.

Kendati demikian, rapat dapat dilanjutkan. Gapoktan ini usianya sudah 11 tahun dan seharusnya sudah mandiri penuh. Bahkan pada tahun 2014 lalu sudah dibina untuk menjadi mandiri penuh.

“Sebenarnya sudah dilepas, tinggal dipantau apa sesuai real atau tidak. Tapi sampai sekarang belum dilepas. Apa yang akan dikerjakan sudah dipatok. Ini menjadi kendala untuk dapat SHU, selain karena situasi harga yang tidak mendukung,” ungkapnya.

Kendati demikian, H Zaenal memastikan, cadangan pangan sebagai fungsi Gapoktan tetap tersedia. Bahkan Gapoktan Satando Amba memasok beras hingga 5 ton untuk kebutuhan penanggulangan bencana banjir Dompu awal Maret 2018 lalu yang diadakan oleh Dinas Ketahanan Pangan dan BPBD Dompu.

“Kedepan mungkin bisa disesuaikan harganya sesuai harga pasar,” harapnya.

Zaenal juga mengaku, telah mengembangkan bisnis tidak hanya fokus ke gabah dan beras. Pihaknya sudah mengembangkan dengan menyetok jagung hingga 30an ton dan direncanakan akan dilepas saat musim hujan antara Desember – Februari, karena saat itu belum ada jagung yang diproduksi. Biasanya harganya di tingkat gudang Rp4.000 hingga Rp6.000 per kg, tapi sekarang malah terbalik dengan harga Rp3.700 pada Januari 2018 turun hingga Rp3.400 per kg untuk jagung kering.

Ketua Gapoktan Anton Jaya, Syarifuddin,  S. Pt pada kesempatan yang sama mengungkapkan, gapoktan ini memiliki kegiatan dan permasalahan yang hampir sama di se Kabupaten Dompu. Hal itu juga membuat SHU dari tahun ke tahun mengalami penurunan. Pada tahun 2017, SHU Gapoktannya hanya Rp2,58 juta dan tahun sebelumnya sebesar Rp3,8 juta.

“LDPM ini hanya untuk gabah, maunya semua kebutuhan anggota bisa difasilitasinya, termasuk untuk pupuk dan alat saprodi,” harapnya. (ula)

Advertisementfiling laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional