Gelar MotoGP, NTB Terancam Kekurangan Kamar Hotel

Ilustrasi kamar hotel. (Sumber foto: flickr)

Mataram (Suara NTB) – Tahun depan, perhelatan MotoGP 2021 dilaksanaan di Sirkuit Mandalika. Diperkirakan jumlah pengunjung atau wisatawan yang akan menyaksikan balap motor tersebut mencapai 150.000 orang. Jika tak dibarengi dengan peningkatan akomodasi baru, NTB terancam kekurangan kamar untuk menampung para wisatawan yang datang.

Banyaknya orang yang akan datang ke daerah ini pada pelaksanaan MotoGP 2021, menjadi tantangan tersendiri bagi NTB dalam menyiapkan akomodasi bagi para pengunjung. Karena di sisi yang lain, jumlah kamar hotel di NTB berdasarkan data Dinas Pariwisata (Dispar) tahun 2018 baru 19.353 kamar, baik hotel bintang dan non bintang.

Iklan

Sekda NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M. Si mengatakan keterbatasan jumlah akomodasi menjadi peluang bisnis bagi pengusaha atau investor. Mereka dapat menyiapkan sarana akomodasi dengan membangun tenda-tenda penginapan di sekitar KEK Mandalika lengkap dengan fasilitas kamar mandi dan toilet.

‘’Ini kan peluang bisnis. Mudah-mudahan ada yang tergerak untuk mengantisipasi itu. Tempat kan nanti bisa (di KEK Mandalika). ITDC kan kawasannya luas, di tempat-tempat yang lain (dalam KEK Mandalika)  bisa kita sediakan,’’ kata Sekda dikonfirmasi usai rapat membahas kesiapan menyambut MotoGP Mandalika 2021 di Kantor Gubernur, Sabtu, 23 Februari 2020.

Sekda memastikan berapapun pengunjung yang datang menyaksikan MotoGP Mandalika 2021, akan mendapatkan layanan akomodasi yang terbaik sesuai dengan pilihannya. ‘’Yang jelas apapun dan berapapun pengunjung yang datang dipastikan harus mendapatkan layanan akomodasi yang terbaik sesuai dengan pilihan,’’ katanya.

Terpisah, Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) NTB, Ir. I Gusti Bagus Sugihartha, MT mengatakan pihaknya akan melakukan inventarisasi jumlah kebutuhan akomodasi atau kamar penginapan untuk pengunjung MotoGP Mandalika 2021. Namun, jika melihat ketersediaan kamar hotel yang ada di NTB, jumlahnya memang masih sangat terbatas.

‘’Soal angka (jumlah penginapan) masih belum bisa saya pastikan. Peluang lebih besar untuk pemanfaatan rumah-rumah masyarakat dibandingkan ketersediaan hotel, homestay, kos-kosan, sejenisnya lebih besar nanti kebutuhan dari rumah-rumah masyarakat yang siap untuk dijual dalam event-event itu,’’ kata Sugihartha.

Meskipun Pemerintah Pusat dan Provinsi membangun homestay tahun 2020 ini, kata Sugihartha, secara kuantitas tidak mungkin untuk diandalkan mendukung MotoGP 2021. Karena jumlahnya hanya seratusan unit.

Begitu juga homestay yang dibangun Pemprov untuk masyarakat, tahun 2020, jumlahnya hanya 24 unit. “Itu belum menunjang untuk kegiatan MotoGP. Namun, di balik itu semua, kebutuhan hunian semua nanti wisatawan yang ikut menonton MotoGP ini, kita perlu siapkan huniannya,” katanya.

Melihat banyaknya kebutuhan penginapan, maka altenatifnya adalah menyiapkan rumah-rumah masyarakat yang bisa dijual untuk dijadikan penginapan. Menurut Sugihartha, rumah-rumah masyarakat yang dapat dijual menjadi penginapan untuk pengunjung MotoGP, justru itu yang jumlahnya nanti cukup besar.

Bukan saja rumah masyarakat yang berada di sekitar KEK Mandalika. Tetapi nanti akan dipublish ke masyarakat. Siapa saja yang memiliki penginapan di rumahnya maka akan difasilitasi untuk disewakan pada event MotoGP 2021.

“Rumah-rumah di Mataram juga, nanti mereka untuk ke sana ada sistem transportasi lagi. Karena hunian hotel dan sejenisnya sangat tidak tak mendukung, jauh dari kebutuhan,” tandasnya.

Berdasarkan data Dispar tahun 2018 dalam NTB Satu Data, jumlah hotel bintang sebanyak 88 hotel dengan jumlah 7.675 kamar dan hotel non bintang 1.244 hotel dengan jumlah 11.678 kamar. Sebanyak 88 hotel bintang di NTB tersebar di Kota Mataram 28 hotel, Lombok Barat 37 hotel, Lombok Tengah 4 hotel, Lombok Timur 2 hotel, Lombok Utara 9 hotel, Sumbawa Barat 1 hotel dan Sumbawa 7 hotel.

Sedangkan 1.244 hotel non bintang yang ada di NTB tersebar di Kota Mataram 122 hotel, Lombok Barat 149 hotel, Lombok Utara 566 hotel, Lombok Tengah 105 hotel. Selanjutnya Lombok Timur 143 hotel, Sumbawa Barat 39 hotel, Sumbawa 53 hotel, Dompu 35 hotel, Bima 14 hotel dan Kota Bima 18 hotel non bintang. Hotel non bintang ini berupa hotel melati dan pondok wisata. (nas)