Gelar Jumpa Bang Zul dan Ummi Rohmi, Gubernur Sebut Indikator Kesejahteraan Seperti Dompu

Gubernur NTB, Dr H Zulkieflimansyah saat menyampaikan pidatonya di hadapan masyarakat Dompu pada acara jumpa Bang Zul dan Ummi Rohmi depan kantor Bupati Dompu, Jumat (1/2/2019) kemarin. (Suara NTB/Humas Pemda Dompu)

Dompu (Suara NTB) – Kabupaten Dompu dijadikan contoh indikator daerah yang sejahtera dan mandiri oleh Gubernur NTB, Dr H Zulkieflimansyah. Namun masyarakat Dompu juga didorong mempersiapkan diri menyambut rencana produksi tambang emas di Huu agar tidak menjadi penonton saat beroperasi.

Hal itu disampaikan Dr H Zulkieflimansyah saat memaparkan visi NTB yang gemilang pada kegiatan jumpa Bang Zul dan Ummi Rohmi di halaman kantor Bupati Dompu, Jumat (1/2/2019) kemarin. “Kita ingin masyarakat NTB sejahtera dan mandiri. Indikatornya seperti Dompu ini. Masyarakat Dompu punya uang, sejahtera, punya keinginan dibek up dengan daya beli. Sehingga apapun yang diinginkan tidak lagi impinan, tapi bisa diwujudkan,” kata Dr Zul sapaan akrab Gubernur NTB ini saat menjabarkan visi NTB yang Gemilang.

Iklan

Dikatakan Dr Zul, ketika seseorang orang sejahtera dan makmur akan berpikir lebih jernih dari pada mencari kesalahan orang lain. Sejahtera dan makmur, juga harus mandiri. Rencana beroperasinya tambang emas di Dompu harus mulai dipersiapkan tenaganya agar tidak menjadi penonton di daerah sendiri. “Mumpung tambangnya belum dimulai, harus menyiapkan diri dari sekarang. Kita tidak boleh menolak investasi, kita tidak boleh demo protes, tapi kita tidak menyiapkan diri apa – apa. Target 5 tahun kedepan, Dompu harus punya banyak insinyur yang kompetibel dengan pertambangan, sehingga ketika tambang itu betul hadir di tempat kita, kita adalah tuan di tanah air kita sendiri,” katanya.

Dr Zul juga menyampaikan, ada 15 orang warga Dompu dan Bima yang telah dipilih untuk kuliah keluar negeri. Ia pun berharap, proses seleksi yang akan berlangsung hingga September 2019 ini akan lebih banyak lagi putra putri Dompu yang dipilih kuliah keluar negeri. “Mudah – mudahan akan lebih banyak lagi sampai bulan September ini, sehingga pulang – pulang bisa seperti Bupati (Drs H Bambang M Yasin) kita ini. Orang seperti Bupati ini, tidak lahir seperti itu saja. Beliau ini lama di luar Kabupaten (Dompu) kita. Mencicipi banyak hal, berinteraksi dengan banyak sinyal perubahan, ketika pulang ke sini, seleranya, cara berpikir, cara bersikap berbeda karena dia berinteraksi dengan banyak orang,” ungkap Dr Zul.

NTB yang asri dan lestari juga menjadi bagian dari visi NTB yang gemilang. Karena NTB ini rawan bencana, sehingga harus dijaga keasrian dan kelestarian lingkungan. Ia pun mendambakan Dompu yang hijau, indah, dan eksotik, tidak hanya pada musim hujan tapi juga musim kemarau. Di Australia bagian Utara, lebih kering NTB. Karena irigasinya bagus, pengairannya hebat, di musim kemaraupun senantiasa hijau.

“Oleh karena itu, asri ini penting dan mudah – mudahan kantor Bupati Dompu ini menjadi contoh supaya kantor – kantor OPD yang lain asri seperti ini. Pohon – pohon mulai ditanam, sehingga dimana – mana orang mengatakan, kalau kita ke Dompu hati kami tertamban karena indah dan keasriannya. Jagung boleh ditanam, jagung boleh hadir menghadirkan kesejahteraan, tapi hutan – hutan kita harus tetap kita jaga. Jagung ditanam, tapi sembari menanam pohon,” jarapnya.

Sebelumnya Bupati Dompu, Drs H Bambang M Yasin dalam sambutannya menyampaikan apresiasinya atas kehadiran Gubernur NTB di Dompu. Kabupaten Dompu merupakan daerah yang cukup konsisten mendukung program pemerintah Provinsi NTB sejak 10 tahun lalu. Saat awal NTB menjadikan PIJAR (Sapi, Jagung, Rumput Laut) sebagai program unggulan, Kabupaten Dompu menjadi satu – sautnya daerah yang secara utuh mendukungnya. Saat ini Kabupaten Dompu menjadikan program TERPIJAR (tebu rakyat, sapi, jagung, rumput laut) sebagai program unggulan. “Atas nama masyarakat Dompu menyampaikan siap bersama bang Zul dan ummi Rohmi mengelola NTB menuju NTB yang gemilang,” katanya.

H Bambang juga menyampaikan, program jagung sejatinya untuk menjaga kelestarian lingkungan. Jagung ditanam untuk kesejahteraan dan setelah memiliki uang, masyarakat secara bertahap menjaga kelestarian lingkungan dengan menanam pohon. “Kita punya kebun bibit pohon permanen di Manggelewa. Setiap tahun produksi 1 juta pohon bibit, selalu habis. Kenapa kita yakin itu ditanam? Karena bibit itu diambil sendiri oleh masyarakat di kebun bibit, bukan dibagi – bagikan pemerintah. Kalau dibagi – bagi di kelompok, mungkin bisa jadi tidak ditanam, tapi ini mereka ambil sendiri di kebun bibitnya,” ungkap H Bambang.

Kegiatan jumpa Bang Zul dan Ummi Rohmi di Kabupaten Dompu kemarin diawali dengan senam bersama yang diikuti ASN, dan masyarakat. Kegiatan ini sebagai wujud komitmen Dr H Zulkieflimansyah untuk tetap menyapa kampung dan mendatangi Desa dalam menyerap secara langsung aspirasi masyarakat seperti yang dilakukan saat masa kampanye Gubernur NTB lalu. “Kata mereka (masyarakat), harus menyapa kampung dan mendatangi semua Desa. Ternyata banyak pemimpin sebelum jadi sering datang, setelah dapat kursinya tidak pernah kelihatan batang hidungnya,” kata Gubernur. (ula/*)