Gedung Rusak, RSUD Asy Syifa Tutup Tiga Ruangan

Carloff Sitompul. (Suara NTB/ist)

Taliwang (Suara NTB) – Kerusakan gedung RSUD Asy Syifa perlahan mulai berampak pada layanan rumah sakit milik pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) itu. Terbukti akibat kerusakan itu, sejumlah ruangan tidak lagi digunakan.

Informasi yang diperoleh Suara NTB, setidaknya ada 3 ruangan yang sudah sejak beberapa waktu lalu tidak digunakan karena dianggap berbahaya. Ketiga ruangan yang terletak dilantai 1 rumah sakit itu terdiri dari 2 ruang bangsal rawat inap dan satunya lagi adalah poli layanan perawatan gigi. “Iya mas. Untuk ketiga ruangan itu sudah kita tutup sementara. Tidak kita pakai lagi karena kami anggap tidak layak,” ungkap direktur RSUD Asy Syifa KSB, dr. Carloff Sitompul, Rabu, 24 November 2021.

Iklan

Diuraikan Carloff, bentuk kerusakan pada ketiga ruangan itu terjadi pada bagian plafonnya. Langit-langit ruangan tersebut ambruk akibat rembesan air yang diperkirakan berasal dari lantai dak di atasnya. “Problemnya yang buat plafon ruangan rusak secara kasat mata kami lihat karena rembesan air yang terus menerus,” cetusnya seraya menambahkan, plafon salah satu ruangan sudah dilepaskan.

“Ada yang kami sengaja lepas plafonnya karena memang sudah lepas dari rangkanya. Takut membahayakan petugas dan pasien jadi kami lepas sendiri,” sambung Carloff.

Persoalan kerusakan beberapa bagian gedung itu, disebutkannya, sudah pihaknya sampaikan ke pemerintah. Bahkan Carloff sudah melapor langsung ke bupati melalui sekretaris daerah (Sekda). “Pak bupati dan semua pihak komit untuk memperbaikinya segera. Kami juga sudah koordinasi dengan Dinas PU sebagai leading sektor dan rencananya tahun depan akan diperbiki,” tukasnya.

Selanjutnya ia menyampaikan, sebagai fasilitas kesehatan yang merupakan layanan hak dasar bagi masyarakat, pihaknya tetap berkomitmej untuk memberikan pelayanan terbaik. Karena itu, meski kondisi bangunan terdapat bagiannya yang perlu segera direvitalisasi, Carloff memastikan layanan RSUD Asy Syifa tidak akan menurun. “Layanan kami tetap sama. Memang ada ruangan yang kami tutup sementara, tapi kita tetap berupaya memberikan yang terbaik kepada masyarakat,” janjinya.

Sebelumnya kalangan DPRD KSB melalui Komisi III menyoroti tajam kondisi bangunan rumah sakit Asy Syifa. Komisi yang salah satunya membidangi infrastruktur ini mendesak pemerintah agar segera melakukan revitalisasi untuk memperbaiki seluruh kerusakan gedung rumah sakit yang terletak di kelurahan Dalam, kecamatan Taliwang itu.

Bahkan wakil ketua DPRD KSB, Abidin Nasar menyebutkan, dibiarkannya berlama-lama bangunan rumah sakit itu tanpa diperbaiki segera akan megradasi upaya-upaya pemerintah selama ini dalam memenuhi hak-hak dasar masyarakat sesuai visi misinya. “Kesehatan itu salah satu hak dasar. Nah senbagai prioritas artinya semua harus dibenahi mulai dari hulu sampai hilirnya,” tukasnya beberapa waktu lalu.(bug)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional