Gedung DPRD Kota Mataram Butuh Tangga Darurat

Sekretaris DPRD Kota Mataram, Lalu Aria Dharma BS (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Sekretariat DPRD Kota Mataram menggagas pembangunan tangga darurat dari lantai II ke lantai III dan sebaliknya. Pembangunan tangga darurat ini berangkat dari rentetan peristiwa gempa yang melanda Pulau Lombok sejak Juli lalu.

Sekretaris DPRD Kota Mataram, Lalu Aria Dharma BS, SH., kepada Suara NTB di ruang kerjanya, Kamis, 27 Desember 2018 mengungkapkan, terkait rencana pembangunan tangga darurat ini, pihaknya sudah menganggarkan untuk pembuatan gambar tangga darurat dimaksud pada APBD 2019.

Iklan

‘’Untuk pembangunan tangga darurat ini kan biayanya besar. Ndak mungkin saya penunjukan langsung, itu harus tender. Sehingga harus bertahap. Jadi saya kira gambarnya dulu kita lihat. Jangan sampai asal-asalan. Jangan sampai merusak estetika,’’ terangnya.

Di lantai III ini, katanya, tidak hanya terdapat ruang sidang utama, tapi juga ruang kerja tiga pimpinan DPRD Kota Mataram. Sedangkan untuk menuju lantai III tidak terdapat tangga darurat. Kondisi ini tentu sangat mengkhawatirkan di tengah kondisi daerah yang rawan gempa. ‘’Makanya rencana kami di depan itu kami buatkan tangga darurat. Tapi itu nanti tergantung konsultan perencana,’’ katanya.

Aria menyebutkan anggaran untuk perencanaan tangga darurat ini sekitar Rp50 juta. Sedangkan untuk anggaran pembangunannya sendiri belum ditentukan. Karena menurut aturan, antara perencanaan dengan pembangunan harus dilakukan di tahun yang berbeda. ‘’Ini sekarang perencanaannya kita anggarkan di murni. Angka kan belum ke luar (RAB). Otomatis kan tidak bisa kita anggarkan pembangunannya. Kalau sekarang perencanaannya di murni lalu fisiknya di ABT, agak riskan kalau dia tender, bisa habis waktu. Kita memang tidak disarankan tender di ABT,’’ ungkapnya.

Pascagempa, Sekretariat DPRD Kota Mataram telah melakukan perbaikan atas kerusakan beberapa item di gedung Dewan itu.

‘’Mungkin sekarang tinggal pengecatan saja,’’ imbuhnya. Bahkan awal tahun depan, pimpinan Dewan mengarahkan supaya rapat paripurna kembali dilakukan di ruang sidang utama yang berada di lantai III.

‘’Pimpinan ingin mengembalikan kondisi kebatinan anggota Dewan. Tetapi seandainya belum siap juga, kita gunakan lahan parkir untuk paripurna,’’ demikian Aria. (fit)