Gedung Dinas Perpustakaan, Bangunan Kantor Pertama Dibangun Pascagempa

Peletakan batu pertama pembangunan gedung Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah KLU dilakukan langsung Bupati H. Djohan Sjamsu dan Wabup Danny Karter Febrianto Ridawan. (Suara NTB/ari)

Tanjung (Suara NTB) – Pascagempa 2018, infrastruktur gedung/kantor OPD lingkup Pemda Kabupaten Lombok Utara (KLU) belum terbangun akibat kekurangan dana. Namun pada APBD 2021 ini, hajat pemulihan kantor mulai dilakukan. Gedung Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah KLU  adalah bangunan kantor pertama yang dibangun pascagempa.

Bukan tanpa alasan, mengapa pembangunan perdana memprioritaskan Gedung Perpustakaan. Pemerintah pusat dan daerah menyetujui alokasi anggaran DAK untuk gedung Dinas Perpustakaan, lantaran dinas ini menyediakan referensi buku-buku yang dapat menambah ilmu pengetahuan dan wawasan generasi ke depan.

Iklan

Pada momen peletakan batu pertama, Senin, 7 Juni 2021, hadir langsung Bupati, H. Djohan Sjamsu, SH., dan Wakil Bupati, Danny Karter Febrianto Ridawan ST., M.Eng, berikut pimpinan OPD.

Gedung Dinas Perpustakaan mulanya direncanakan dibangun atau dipindahkan di Tanjung. Namun oleh pemerintah saat ini, lokasi kantor dikembalikan ke Gangga. Kali ini, lokasi Dinas Perpustakaan ditempatkan lebih strategis di pinggir jalan nasional, bersebelahan dengan Lapangan Umum Kecamatan Gangga. Tempat ini dulunya berdiri eks gedung serbaguna yang rusak akibat gempa.

Djohan Sjamsu mengadopsi konsep pembangunan lama, dimana sebaran kantor OPD menyebar di Tanjung dan Gangga. Selain karena kedua kecamatan itu masuk wilayah perkotaan Tanjung (sesuai amanat UU), juga dengan pertimbangan ekonomi.

“Dengan penyebaran kantor di Tanjung dan Gangga, harapan kita ekonomi masyarakat sekitar akan terangkat. Sehingga perkembangan ekonomi tidak terfokus di satu kecamatan saja,” tegas Djohan.

Bupati bersyukur atas perencanaan sebelumnya, dimana prioritas pemulihan bangunan gedung pascagempa mengarah pada Dinas Perpustakaan. Instansi tersebut sangat berperan dalam menggerakkan program pengembangan sumber daya manusia melalui penyediaan buku-buku bacaan.

Ia juga meminta, agar Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah melakukan inovasi yang menumbuhkan minat baca masyarakat. Selain itu, koleksi bahan bacaan masyarakat juga diperbanyak, termasuk referensi buku untuk siswa dan mahasiswa. “Mudahan pembangunan ini akan bawa manfaat bagi daerah. Lebih-lebih sekarang ini, minat baca (masyarakat) kita kurang, (masih) kalah dengan minat main handphone,” jelasnya.

Djohan berpesan, agar minat baca dirangsang melalui kemasan program dan pola pelayanan yang memudahkan masyarakat. Mengingat buku yang nantinya disediakan, memberi tambahan ilmu yang bermanfaat bagi generasi masa depan.

“Supaya pengetahuan bertambah dari gemar baca. Justru banyak hal yang bisa kita lakukan (dengan ilmu),” imbuh Djohan.

Sementara, Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah KLU, Lalu Mustain, mengaku pagu anggaran yang disiapkan sebesar Rp 10 miliar. Gedung dibangun dengan konstruksi dua lantai. Pagu tersebut bertambah dari perencanaan awal. Sebelum Covid dan digeser (refocusing), dana yang disiapkan Rp 3 miliar.

“Kita ajukan sejak 2019 lalu, kita diberi Rp 2 miliar untuk rehab dan Rp 1 miliar lagi untuk renovasi. Tapi pada 2020 anggaran itu sempat hilang karena covid, dan sekarang alhamdulillah muncul lagi nilainya kurang lebih Rp 10 miliar,” ucap Mustain. (ari)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional