GB Akui Perkosa Dua Murid di Padepokannya

Mataram (suarantb.com) – Tersangka kasus narkoba yang juga merupakan mantan Ketua Parfi berinisial GB, mengaku telah melakukan pemerkosaan terhadap dua murid di padepokannya. Kedua muridnya tersebut berinisial CTT dan A. Hal tersebut diungkapkan oleh Penyidik Polda Metro Jaya, AKBP Azar Nugroho, Kamis, 6 Oktober 2016.

“Sudah 32 pertanyaan seputar apa yang diperbuat di padepokannya (GB) kita ajukan. Ada beberapa yang diakui. Dia akui pernah berhubungan (dengan CTT dan A),” ujar Azar usai memeriksa GB di ruang Ditreskrimsus Polda NTB.

Iklan

Azar juga mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan, GB mengaku bersama istrinya berinisial DA mengajak para korban untuk berhubungan dengan GB. Hubungannya dengan para korban juga disaksikan oleh Reza Artamevia.

“Dia (DA) sama-sama mengajak para korban. Istrinya dan Reza ikut juga (menyaksikannya),” ungkapnya. Kendati demikian, status GB masih sebagai saksi. Pihak kepolisian akan menetapkan GB sebagai tersangka kasus dugaan pemerkosaan seusai melakukan gelar perkara di Polda Metro Jaya nantinya.

“Sementara GB masih saksi. Nanti saat gelar di Polda Metro kita ajukan penetapan tersangka,” bebernya. Sementara dalam kasus tersebut, Reza Artamevia berstatus sebagai korban. Belum ada indikasi yang mengarahkannya sebagai tersangka.

Terkait dengan hasil DNA GB yang akan dicocokan pada anak CTT, penyidik akan menanti hasilnya selama satu satu bulan. “Sudah diambil. DNA nanti kita lihat hasilnya satu bulan lagi,” jelasnya.

CTT dan A diketahui dalam pengaruh aspat ketika dipaksa berhubungan dengan GB. Dalam kondisi tersebut membuat kedua korban terpaksa melayani permintaan GB. “Karena pengaruh aspat (korbannya),” singkatnya.

GB dijerat dengan pasal 285 dan 285 b ditambah undang-undang nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak, dengan ancaman 15 tahun penjara. (szr)