MotoGP Mandalika, Pengusaha Hotel di Gili Trawangan Khawatir Tenaga Kerja Eksodus ke Loteng

General Manager Wilson's Retreat, Lalu Kusnawan (Suara NTB/ist)

Eksodus tenaga kerja di wilayah tiga Gili dikhawatirkan akan terjadi saat beroperasinya Sirkuit Moto GP Mandalika. Kekhawatiran beralasan, sebab tenaga kerja yang mengisi pasar pariwisata tiga Gili banyak berasal dari Lombok Tengah.

“Terhadap Moto GP Mandalika, mau tidak mau KLU juga harus bersiap mengisi kekosongan. Berbondong-bondong tenaga kerja 40 persen dari Loteng, ini kami khawatirkan akan kembali ke kampung halamannya,” ungkap General Manager Wilson’s Retreat, Lalu Kusnawan, Sabtu,  26 Oktober 2019.

Selain aspek eksodus tenaga kerja, wisatawan yang membanjiri Moto GP secara otomatis akan mencari alternatif destinasi wisata selain Mandalika Resort. Tiga Gili dan objek wisata lain di Lombok Utara, dinilai menjadi destinasi alternatif yang dipilih karena sudah dikenal luas.

Mengimbangi hal itu, Kusnawan berpandangan bahwa pemda, baik provinsi dan kabupaten sedianya memikirkan keberlangsungan objek wisata tiga gili.  Fasilitas-fasilitas umum disiapkan, keunikan budayanya lebih intens ditampilkan ke permukaan.

“Usul saya, kalau bisa, agar mulai dibangun sekolah pariwisata yang qualified. (Pembangunannya) Ya di Gili, entah Trawangan, Meno dan Air,” sarannya.

Mengapa harus di tiga pulau? Menurut Kusnawan, Gili Representatif karena dekat dengan lokasi praktik siswa. Tenaga guru yang punya kompetensi juga tidak terbatas, karena berasal dari para General Manager bahkan tenaga spesialis yang selama ini sudah bekerja di Gili.

Kusnawan juga mempunyai pengalaman tatkala disodorkan tenaga siswa PKL SMK Pariwisata. Para siswa tersebut, kerap tidak didampingi oleh institusinya saat mengajukan lamaran. Alih-alih diterima, para manajer hotel tidak berani mengambil risiko, karena tidak ada pihak sekolah yang menjamin (tempat tinggal) para siswa selama praktikum.

Melalui lembaga yang ia usulkan tersebut, diharapkan ke depannya, pemerintah lebih bersinergi baik antar Pemda maupun antara Pemda dengan pengusaha dalam mengembangkan sumber daya manusia yang menunjang sektor pariwisata. “Kita harus sikapi positif wacana pembukaan sirkuit Moto GP Mandalika. Paling tidak KLU bersiap diri, Jangan sampai tidak ada aktivitas, atau tidak ada fasilitas, yang bisa memberi kesan positif kepada pengunjung dunia,” tandasnya. (ari)