Kapasitas Terminal LIA Ditingkatkan hingga 7 Juta Orang

Kondisi penerbangan di LIA. Mulai tahun ini, PT. AP I berencana untuk menambah kapasitas daya tampung termina LIA hingga 7 juta orang per tahun dari 4 juta per tahun sekarang ini. (Suara NTB/kir) 

Praya (Suara NTB) – Angkasa Pura (AP) I selaku pengelola Lombok International Airport (LIA) terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan bagi para pengguna jasa transportasi udara. Salah satu upaya yang dilakukan saat ini ialah dengan mengupayakan peningkatan daya tampung terminal dengan memperluas terminal LIA.

“Saat ini daya tampung terminal LIA baru sekitar 4 juta penumpang per tahun. Ke depan, kita upayakan bisa ditingkatkan menjadi 7 juta per tahun,” sebut Direktur Perhubungan Internasional dan Pengembangan Usaha PT. AP I.  Capt. Sarjono Djonny Tjitro  Kusuma, Kamis,  2 Mei 2019.

Ia menjelaskan, rencana peningkatan daya tampung terminal LIA itu sendiri sudah masuk dalam roadmap pengembangan PT. AP I LIA. Itu dilakukan untuk mendukung perkembangan pariwisata Lombok ke depan yang diprediksikan bakal berkembang pesat. Terlebih dengan penunjukan Lombok sebagai tuan rumah penyelenggaraan MotoGP tahun 2021, itu menunjukkan kalau prospek perkembangan pariwisata Lombok sangat cerah, sehingga perlu ditunjang dengan penyiapan infrastruktur pendukung yang memadai. Salah satunya infrastruktur transportasi udara.

“Dengan meningkatnya angka kunjungan wisatan di daerah, daya tampung terminal bandara juga harus ikut menyesuaikan. Dan, langkah itu sudah dimulai. Dengan adanya rencana perluasan terminal LIA mulai tahun ini,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Sarjono, PT. AP I saat ini juga terus menjalani komunikasi dengan sejumlah mitra strategis una mendukung upaya pengembangan kawasan bandara selain terminal. Mengingat, lahan bandara yang belum dimanfaatkan masih cukup luas, yakni hingga 168 hektar.

“Kita punya lahan masih cukup luas. Itulah yang saat ini juga tengah kita tawarkan ke investor untuk bisa dikembangkan. Apakah itu untuk hotel ataupun pusat hiburan. Tentunya, dengan hitung-hitungan bisnis yang tepat,” imbuhnya.

Dengan berkembangnya kawasan bandara, hal itu tentunya bisa memacu pertumbuhan ekonomi dan bisa mendorong mobilitas masyarakat. Yang pada akhirnya bisa mendongkrat jumlah penumpang pesawat di LIA. (kir)