Pesona Wisata ‘Kebon Re’ Berlatar Gunung Rinjani

Lombok Utara (suarantb.com) – Hamparan  padang ilalang di Desa Loloan Kecamatan Bayan Lombok Utara yang sebelumnya biasa saja, menjadi berbeda setelah mendapat sentuhan kreatif sejumlah pemuda setempat.

Setelah dibuka Februari 2018 lalu, objek wisata yang disebut Kebon Re atau padang ilalang ini semakin ramai dikunjungi. Sempat vakum akibat gempa, pemuda setempat terus bekerja keras memperbaiki fasilitas dan promosi yang gencar.

Darmawan, pemuda setempat, mengelola hamparan padang ilalang seluas sekitar 10 hektar itu bersama lima rekannya. Meski ‘ngos ngosan’ soal modal,  namun mereka pantang menyerah dengan terus membangun objek wisata itu dengan swadaya dan bantuan pemerintah desa.

Ada beberapa fasilitas swafoto yang mereka sediakan. Dua look out yang dudukannya dipasak pada pohon yang rindang. Berpijak di look out berbahan bale bambu itu,  mata akan menikmati hamparan padang ilalang. Rasakan lambaian angin sepoi sepoi.  Bonusnya,  pemandangan Gunung Rinjani jika cuaca sedang cerah. Pemukiman penduduk terselip di antara petakan sawah dan pohon berarak, semakin melengkapi naturalnya suasana wisata desa tersebut.

Ada tiga objek ‘swafoto’ lainnya dirakit dengan bahan kayu. Sebuah tempat didesain berlatar ranting kering membentuk ornamen berbentuk simbol hati. Objek swafoto lainnya,  berupa ornamen pintu untuk angle foto dengan latar Gunung Rinjani. Satu lagi ornamen love berbahan lengkungan besi. SemakinSemakin natural aktivitas petani memotong rumput ilalang, serta bukit di sekitarnya.

Darmawan terus termotivasi untuk menambah fasilitas swafoto agar pilihan semakin beragam dan menyedot kunjungan.  “Kami terus merancang menambah fasilitas swafoto. Karena semakin lama semakin ramai kunjungan, ” kata Darmawan.

Bahkan tidak menutup kemungkinan akan dibuatkan fasilitas camp bagi yang ingin trip lebih lama.  Kelompok yang disebutnya “Kebon Re” itu sedang dipatenkan menjadi Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) sehingga memungkinkan mendapat pembinaan dari pemerintah daerah dan pemerintah provinsi.

“Objek ini sudah masuk dalam program inovasi desa. Sehingga kita berharap bisa terus berkembang dengan pembinaan dari pemerintah Provinsi lewat Dinas Pariwisata, ” ungkapnya. (ars)