Lama Tinggal Wisatawan di NTB Hanya 2,11 Hari

Mataram (Suara NTB) – Lama tinggal wisatawan biasanya akan berperngaruh pada uang yang akan dibelanjakan. Semua industri pariwisata tentu saja berharap wisatawan bisa tinggal lebih lama saat berkunjung ke NTB. Setiap bulannya Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB mengeluarkan rilis tentang lama tinggal wisatawan di hotel. Sejauh ini, lama tinggal wisatawan untuk hotel berbintang maupun nonbintang masih berada di bawah angka tiga hari.

Sebelumnya, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) NTB H. Lalu Abdul Hadi Faishal mengatakan bahwa pihaknya terus berupaya membuat wisatawan lebih lama tinggal. Termasuk dengan berkoordinasi bersama Pemda dan pelaku pariwisata. Salah satunya dengan menyelenggarakan event yang bisa membuat wisatawan semakin lama tinggal.

“Lama tinggal wisatawan itu akan berpengaruh pada banyak hal. Bukan hanya perhotelah saja tapi juga industri lainnya. Mereka di sini kan pasti makan, beli oleh-oleh, ke destinasi dan melakukan kegiatan lainnya. Jadi spending money-nya bisa lebih besar kalau tinggalnya lebih lama,” ujarnya.

Lama tinggal wisatawan ini pada dasarnya memiliki banyak pengaruh. Salah satunya, mereka menjadi lebih banyak menggunakan uangnya untuk berbagai keperluan. Ini dianggap sangat bagus untuk meningkatkan perekonomian warga. Terutama warga yang bekerja dan bergerak pada sektor pariwisata.

Saat ini memang lama tinggal wisatawan semakin meningkat jika dibandingkan dengan tahun lalu. Hanya saja, wisatawan semestinya bisa tinggal lebih lama jika event atau atraksi kesenian dapat dimaksimalkan. Pasalnya atraksi kesenian dan kebudayaan itu pada dasarnya sangat memengaruhi tingkat kunjungan dan lama tinggal wisatawan.

Pada Februari lalu, BPS NTB mencatat lama tinggal wisatawan di hotel memiliki rata-rata 2,11 hari. Angka ini naik dibandingkan dengan lama tinggal pada Februari tahun sebelumnya yang berada di angka 1.93 hari untuk hotel berbintang. Sementara lama tinggal wisatawan pada hotel non bintang hanya 1,91 hari. Ini juga mengalami kenaikan jika dibandingkan degnan bulan yang sama pada tahun sebelumnya yang berada di angka 1,61 hari.

Sebelumnya, Pemerhati Pariwisata I Putu Gede, M.Par mengatakan bahwa Pariwisata NTB memiliki banyak potensi untuk bisa menahan wisatawan untuk tinggal lebih lama. Salah satunya dengan mengemas atraksi budaya agar lebih menarik untuk disaksikan. Sehingga wisatawan bisa mengagendakan kunjungannya tidak hanya berkunjung ke destinasi wisata mainstream saja. Namun juga bisa menyaksikan dan menikmati suguhan atraksi budaya yang dimiliki NTB.

“Atraksi yang dimaksud yaitu yang sesuai dengan budaya yang kita punya. Kita tidak harus menduplikasi atraksi dari daerah lain untuk menarik wisatawan. Karena kita memiliki keunikan sendiri. Ini yang benar-benar harus dimaksimalkan,” imbuhnya.

Pada umumnya, untuk wisatawan yang mendatangi gili sebagai destinasi wisatanya membutuhkan waktu dua sampai tiga hari untuk kemudian pindah ke daerah lain. Pasalnya, jika tidak ada atraksi yang dinikmati oleh wisatawan, satu-satunya tujuan yaitu mengelilingi tempat wisata tersebut. Sementara untuk mengelilingi satu gili hanya membutuhkan waktu satu hingga dua hari saja. (lin)