Dibatalkan, Sejumlah Kunjungan Wisatawan ke Pantai Bagian Selatan

Mataram (Suara NTB) – Para pelaku pariwisata saat ini sudah memasukkan Pantai Pink dan beberapa pantai lainnya di Lombok bagian selatan dalam paket wisata. Namun karena telah terjadi musibah banjir, sejumlah kunjungan ke pantai itu dibatalkan.

Pembatalan dilakukan karena akses jalan yang dianggap tidak memungkinkan. Sebagian wisatawan juga ingin berkunjung ke Pantai Ekas, Pantai Kura-kura, Pantai Surga dan banyak lainnya.

“Iya memang kita batalkan kunjungan karena ke Pantai Pink dan pantai-pantai lain di sekitar Jerowaru itu kan tidak bisa dijangkau, karena jalannya rusak. Saya juga turut prihatin atas musibah yang menimpa saudara kita di sana,” kata pelaku pariwisata asal Lombok Timur Bery Putra, di Mataram, Senin, 20 November 2017.

Ia mengatakan bahwa banyak dari tamunya yang ingin berkunjung ke Pantai Pink. Namun karena akses yang tidak memungkinkan, ia mengajak tamunya untuk berkunjung ke destinasi lain. Misalnya Sembalun. Meski kecewa, namun tamu-tamunya mengerti dan menikmati kunjungannya di Sembalun.

“Mereka kecewa karena tidak bisa ke sana, tapi mereka mengerti. Kan tidak ada yang mau terkena musibah. Akhirnya mereka saya ajak ke Sembalun, petik-petik buah mereka suka,” ujarnya.

Ia berharap akses jalan bisa segera diperbaiki. Tidak saja untuk kunjungan wisatawan, namun untuk masyarakat sekitar agar mudah beraktivitas. Sebab akses jalan ini merupakan hal yang sangat penting. apalagi Lombok bagian selatan ini sekarang sedang banyak diincar untuk dikunjungi wisatawan.

“Sekarang tamu-tamu ini banyak yang mau ke Lombok bagian selatan. Mereka lihat ulasan-ulasan di internet katanya bagus. Jadi mereka mau berkunjung. Tapi untuk saat ini, saya alihkan kunjungan ke Sembalun dulu sampai jalannya diperbaiki,” ujarnya.

Terkait dengan akses jalur laut yang direkomendasikan Dispar Lotim, ia memilih untuk tidak menggunakan itu. Sebab, dari akses ke pelabuhan juga dianggap cukup jauh. Sementara tamunya ingin eksplore Lombok Timur. Kalau ia memaksaka diri menggunakan jalur laut, ia khawatir tamunya akan kehabisan waktu.

“Ke Senggigi kan satu jam lebih kalau dari Lombok Timur. Jadinya agak jauh, belum lagi dari Senggigi ke Pantai Pink saya tidak tahu berapa lama waktu tempuhnya. Saya khawatir mereka tidak nyaman karena waktunya lama di perjalanan,” ujarnya.

Meski demikian, ia mengapresiasi rekomendasi yang dilakukan oleh Dispar Lotim. Ia melihat itu sebagai salah satu upaya untuk memberikan pelayanan yang baik kepada wisatawan yang sudah jauh datang berkunjung.

“Sebenarnya bisa saja, tapi setelah saya tanya tamu saya mereka tidak mau. Karena mereka juga masih banyak agenda dan destinasi yang mau dikunjungi,” ujarnya. (lin)