78 Persen Wisatawan Trawangan Datang dari Bali

Mataram (Suara NTB) – Sebanyak 78 persen wisatawan yang berkunjung ke Gili Trawangan merupakan wisatawan yang datang dari Bali. Hal ini diungkapkan oleh Anggota IHGMA (Indonesia Hotel General Manager Association) Chapter Lombok, Mada.

Ia mengakui bahwa selama ini kunjungan terbanyak Gili Trawangan masih didominasi oleh kunjungan wisatawan yang datang dari Bali.

“Mereka datang dari semua sudut di Bali. Dari Benoa, Sanur bahkan Padangbai. Memang dari Padangbai yang paling banyak,” akunya.

Ia mengatakan bahwa selama ini kunjungan wisatawan di Gili Trawangan setiap harinya selalu banyak. Sebab mereka tidak hanya datang dari jalur Bali tapi ada pula yang datang menempuh perjalanan darat dari Lombok.

Baca juga:  NTB Bersiap Sukseskan APGN 2019

“Di KLU itu jumlah wisatawannya lebih banyak daripada jumlah penduduknya,” ujarnya.

Setiap harinya setidaknya ada 15 ribu orang wisatawan mancanegara yang masuk ke kawasan tiga gili itu. Paling banyak masuk ke Gili Trawangan. Hanya saja ia sangat menyayangkan adanya dugaan pungutan liar yang dilakukan oleh oknum di Padangbai. Sehingga mengurangi jumlah kunjungan. Meski demikian, kunjungan masih terbilang stabil.

“Kemarin itu ada pungutan hingga Rp 100 ribu. Kabarnya sekarang sudah distop, tapi saya berharap hal semacam ini tidak terjadi lagi. Karena ini sangat merugikan, juga merugikan wisatawan,” ujarnya.

Total kunjungan wisatawan ke kawasan tiga gili setiap harinya mencapai 2.600 orang, termasuk wisatawan domestik dan wisatawan mancanegara.

Baca juga:  NTB Bersiap Sukseskan APGN 2019

Sementara, jumlah kunjungan terbanyak masih didominasi oleh Gili Trawangan. Ini menjadi kesempatan yang besar untuk masyarakat dan pelaku usaha untuk semakin mengembangkan diri. Karena belakangan semakin banyak wisatawan yang mengenal dan ingin berkunjung ke Gili Trawangan.

“Kita berharap kunjungan bisa terus meningkat, terutama di kawasan tiga gili. Karena sementara ini, memang di KLU kawasan inilah yang paling banyak dikunjungi,” ujarnya.

Ia juga berharap kedepannya tidak ada pungutan dalam bentuk apapun kepada wisatawan. Kecuali pungutan yang bersifat wajib yang memang telah diatur oleh pemda setempat. Sehingga wisatawan dapat menikmati waktu berliburnya dengan santai dan nyaman. (lin)