Wisatawan Kesulitan Akses Transportasi ke Sumbawa

Mataram (Suara NTB) – Konektivitas menjadi sangat penting untuk memudahkan wisatawan menjangkau suatu destinasi. Di NTB tidak sedikit wisatawan yang mengaku kebingungan dan kesulitan karena sulitnya alat transportasi ke beberapa destinasi. Misalnya ke Pulau Sumbawa yang belakangan semakin dikenal banyak wisatawan. Akses menuju berbagai destinasi di Pulau Sumbawa terbilang sulit. Terlebih tidak ada papan nama jalan yang terpasang.

“Mau ke Pulau Moyo tapi bingung transportasi dari pelabuhan langsung ke sana katanya tidak ada. Sama halnya dengan ke Mantar, yang dibilang negeri di atas awan. Katanya kita harus nunggu lama sampai ada mobil yang angkut ke atas,” keluh wisatawan asal Bandung Alif Pratama kepada Suara NTB, di Mataram, Kamis, 5 Oktober 2017.

Padahal destinasi yang ada di Pulau Sumbawa tidak kalah menarik untuk dikunjungi. Hanya saja keterbatasan akses menjadi kendala dan menjadikan wisatawan terkesan enggan untuk berkunjung. Padahal potensi yang dimilikinya cukup baik dan sangat menjual. Hal ini harus menjadi perhatian pemerintah daerah. Sebab transportasi merupakan hal utama yang digunakan wisatawan agar dapat menjangkau destinasi tersebut.

“Baiknya memang pakai agen perjalanan wisata. Tapi kalau wisatawan kayak saya yang lebih suka jalan sendiri itu rasanya sangat perlu transportasi umum. Karena saya dan kawan-kawan bisa lebih menikmati perjalanan kalau pakai transportasi umum. Suasanya beda,” akunya.

Pemerintah daerah yang ada di Pulau Sumbawa setidaknya dapat mengambil tindakan strategis untuk mengatasi persoalan itu. Sebab akses merupakan hal yang sangat penting bagi wisatawan. Sebelumnya Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Sumbawa Junaidi mengatakan bahwa persoalan akses masih menjadi hal utama yang akan dibenahi. Pihaknya akan memperbaiki akses dan transportasi agar bisa menjangkau destinasi-destinasi unggulan di Kabupaten Sumbawa.

“Memang persoalan akses ini masih menjadi kendala utama kami. Tapi kami akan terus berupaya untuk memperbaiki dan melengkapi akses ke destinasi. Apalagi kami punya Pulau Moyo yang menjadi salah satu andalan kami. Ini menjadi PR terbesar saat ini,” ujarnya. (lin)