Jalan Busur Timur Hancur, Warga Tanami Pisang

0
1
Warga Desa Persiapan Rempek Darussalam, Kecamatan Gangga menanam pohon pisang di jalan yang baru selesai dikerjakan rekanan. (Suara NTB/ari)

Tanjung (Suara NTB) – Ruas jalan Dusun Pawang Busur, Desa Persiapan Rempek Darussalam, Kecamatan Gangga, hancur tak lama usai diaspal (lapen). Warga setempat yang kecewa dengan kondisi itu pun, meluapkan kekecewaannya dengan menanam pisang, porang, keladi dan rumput gajah.

Informasi yang dihimpun koran ini, ruas jalan Busur Timur berada satu paket dengan ruas jalan Dusun Buani, Desa Gondang, dan ruas jalan Dusun Sumur Pande, Desa Sesait, Kecamatan Kayangan. Ketiga ruas jalan tersebut bernilai pagu Rp 3,6 miliar.

Pantauan koran ini, belasan warga Dusun Busur Timur, secara spontan dan serempak menanam pisang. Titik yang ditanami adalah di bagian tanjakan dusun dengan kondisi tanah berlumpur.

Kerusakan pada ruas jalan ini berkisar 400-500 meter dari total ruas 1,1 km yang dilapen. Titik kerusakan mulai dari titik nol, kemudian parsial di sepanjang jalan.

Kerikil aspal berserakan. Terlihat campuran aspal kurang padat. Bahkan warga yang sempat mengamati, mengklaim jumlah drum aspal yang dikirim kontraktor tidak sesuai. Warga memantau jumlah drum yang turun ke lokasi hanya 60 unit.

“Kami sudah sangat lama memimpikan pengaspalan ini. Sampai dua bulan kami kumpulkan tanda tangan pembebasan lahan secara gratis. Begitu melihat aspal ini, kami sangat prihatin,” ujar warga Sahnudin.

Menurut warga, kerusakan jalan dimulai dari titik nol. Warga menolak klaim banyaknya volume kendaraan yang masuk sebagai penyebab rusaknya aspal. Sebaliknya warga menyebut, alat berat yang digunakan rekanan tidak sesuai dengan kebutuhan pengaspalan. Di samping itu, kualitas campuran tidak sesuai. Pasalnya, warga sempat melakukan pengaspalan secara swadaya sepanjang 100 meter dari titik nol.

Kadus Busur Timur, Samarda, mengamini pernyataan warganya. Ia pun tidak bisa menolak desakan warga untuk menanam pisang di tengah jalan aspal yang rusak.

  Gili Hotels Association (GHA) Ajukan Surat Insentif Pajak ke Pemerintah

Sebagai Kadus, Samarda, ikut berharap agar ruas jalan yang diaspal ini segera diperbaiki. Mengingat ruas ini menghubungkan interkoneksi antar dusun, akses ekonomi, akses kesehatan dan pendidikan di SDN 3 Rempek. “Harapan kami segera diperbaiki. Saking antusias dapat pengaspalan, kami sampai mencari warga Mataram pemilik lahan untuk tanda tangan pembebasan,” imbuhnya.

Sementara, Plt. Kepala Dinas PUPR KLU, Kahar Rizal, ST., mengakui sudah menurunkan tim untuk melihat kondisi jalan. Dari laporan staf, Kahar mengaku langsung menghubungi rekanan.

‘’Saya barusan komunikasi sama rekanan, itu masih tanggung jawab rekanan. Secara kontrak selesai, tetapi ini masih masa pemeliharaan,” ujarnya.

Kahar menolak semua alasan yang disodorkan rekanan. Misalnya, faktor alam, lalu lintas kendaraan pengangkut material RTG yang tinggi, sehingga menyebabkan jalan cepat rusak. “Bagi kami itu tidak alasan. Mereka harus bertanggung jawab sesuai dengan masa pemeliharaan, ini kan masih ini (periode pemeliharaan),” sebutnya.

Ia mengklaim, rekanan sudah berkomitmen untuk menaiki. Dalam satu dua hari ke depan, rekanan akan turun ke lokasi. Pada masa pemeliharaan nantinya, Dinas PU akan melakukan pengawasan. Dinas tidak ingin, kualitas jalan usai perbaikan kembali dikeluhkan warga. “Betul ini satu paket dengan yang di Buani. Dan di Buani sudah ditangani, di sana yang rusak hanya rabat,” tandasnya. (ari)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here