Sampah di Mataram Mengkhawatirkan, Program Lisan Masih Jadi PR Besar LH

0
5
Sampah di Mataram masih mengkhawatirkan. Pasalnya, sampah dibuang begitu saja oleh masyarkat ke tepi jalan di samping Masjid Hubbul Wathan, Senin, 27 Januari 2020. Padahal lingkungan ini dekat dengan kantor pemerintahan.(Suara NTB/viq)

Mataram (Suara NTB) – Mengurangi sampah di Mataram dengan program  Lisan (lingkungan sampah nihil) dinilai masih menjadi pekerjaan rumah (PR) berat Dinas Lingkungan Hidup Kota Mataram. Karena, persoalan sampah sampai saat ini belum bisa tertangani dengan baik.

Produksi sampah di Mataram mencapai 370-400 ton perhari. Kepala Dinas LH (Lingkungan Hidup) Kota Mataram, M. Nazarudin Fikri mengatakan, gerakan Lisan akan diupayakan berjalan secepatnya. Tak hanya itu, gerakan pemilhan sampah juga akan segera diberlakukan untuk mengurangi jumlah sampah di Mataram. Baik di lingkungan dan di wilayah pemerintahan. “Semua itu sama pada dasarnya, mau gerakan apapun, dengan konsep sampah nihil atau zero waste, baik di pengurangan, pengolahan dan pemilahan kita akan coba lakukan sejak dari sumbernya. Gerakan itu kita akan coba gaungkan kembali. Perda kita yang terbaru masalah sampah itu sudah ada, kan pembagiannya jelas, DLH Kota Mataram ngapain, Lurah dan Camat ngapain, dan masyarakat kita ngapain,” katanya kepada Suara NTB, Minggu, 26 Januari 2020.

Dijelaskan Fikri, gerakan Lisan memudahkan truk pengangkut sampah menuju TPA di Kebon Kongok. Tak hanya itu, jika sudah dipilah jenis sampah ini, pengangkut sampah dari kendaraan roda tiga menjadi ringan. “Kalau sudah dipilah kan enak dia, saat ini belum seluruhnya memilah sampah, yang sudah milah sampah hanya komunitas 3R Mataram saja,” katanya.

Dalam Perda Nomor 1 Tahun 2019 tentang pengelolaan sampah ini  telah diatur. Baik dari pemilahan sampah dimulai dari lingkungan dan penindakan. Bukan hanya itu dari perda tersebut, pembuang sampah sembarangan di Mataram juga bisa didenda jika kedapatan membuang sampah semabarangan. Untuk itu kata Fikri, perda sampah ini akan disosialisasi terlebih dahulu ke masyarakat kota Mataram dalam waktu dekat ini.

  Dunia Usaha dan Komunitas akan Digandeng untuk Kawal Kebersihan Sungai

“Tahun ini akan disosialisasikan (Perda, red) mulai dari sekolah-sekolah dan warga. Kenapa kita lakukan disekolah juga, nanti agar anak sekolah ini bisa mengingatkan orangtuanya saat berada di rumahnya,” ucapnya. Ia pun sudah meminta DPRD Kota Mataram membantu Pemkot Mataram mengintensifkan gerakan pemilahan sampah di Mataram. Ada dua lokasi yang bisa dijadikan tempat sampah anorganik dan sampah organik. Untuk sampah anorganik akan dikumpulkan TPS Kebon Talo dan untuk sampah organik akan dikumpulkan di TPST Sweta Mataram. (viq)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here