Wabup Tanam Pohon di Sampar Maras, Kembalikan Fungsi Hutan

Wabup, H.Mahmud Abdullah menyerahkan bibit pohon kepada masyarakat. (Suara NTB/arn)

Sumbawa Besar (Suara  NTB) – Wakil Bupati (Wabup) Sumbawa, Drs. H. Mahmud Abdullah menekankan pentingnya mengembalikan fungsi hutan. Salah satunya dengan melakukan penanaman pohon di hutan-hutan yang sudah gundul.

“Sekarang ini kita di Sumbawa ada kecenderungan hutan kita sudah rusak. Salah satu barangkali langkah kita bagaimana sekarang ini kita kembalikan fungsi hutan. Fungsinya yang kita kembalikan,’’ jelas Wabup saat membuka kegiatan penanaman pohon di Sampar Maras, Labuhan Badas, Sabtu, 19 Januari 2020 lalu. Masih dalam rangkaian HUT Sumbawa Ke 61

Kegiatan penanaman pohon ini, dalam rangka memperingati HUT Kabupaten Sumbawa ke-61, sekaligus mensukseskan Gerakan NTB Hijau. Dalam hal ini Pemkab bekerjasama dengan KPH Batu Lanteh dan Forum Komunitas Hijau. Kegiatan ini juga dihadiri Sekda Sumbawa, Asisten Pemerintahan dan Kesra, sejumlah Pimpinan OPD, camat, serta pihak lainnya termasuk masyarakat setempat.

Wabup berterima kasih kepada masyarakat di Sampar Maras yang telah menjaga kelestarian hutan setempat. Melalui penanaman pohon ini diharapkan memberikan dampak bagi keberlanjutan serta kelestarian hutan di Sampar Maras. Dalam hal ini, kondisi hutan di Sampar Maras bisa dijadikan sebagai objek bagi daerah lainnya kondisi hutan yang masih terjaga.

‘’Saya berterima kasih kepada masyarakat yang tinggal di sini, masih bisa menjaga hutan. Kalau kita bandingkan dengan tempat lain, terus terang saya berterima kasih karena ternyata dari Kehutanan bisa menjaga keberlangsungannya. Kalau di tempat lain, seperti di Empang saja sudah gundul sehingga dampaknya banjir. Makanya tolong dijaga ini. Ini barangkali nanti bisa kita jadikan objek untuk teman-teman daerah lain, kita ajak untuk melihat inilah salah satu contoh kalau bisa menjaga hutan,’’ terangnya.

Guna mengembalikan fungsi hutan, Wabup mengakui, ia secara pribadi sudah mencontohkannya. Yakni dengan mengembangkan penanaman pohon Sengon.  Di bawah pohon Sengon nantinya juga bisa dikembangkan Porang yang juga memiliki nilai ekonomis.

 ‘’Yang saya coba terapkan, menanam Sengon. Maksudnya saya cuma ingin mengembalikan fungsi hutan ini. Kemudian bagaimana masyarakat bisa kita pikirkan ekonominya. Di bawah Sengon ini kita bisa tanam Porang. Insya Allah kedepan, kita sama-sama menjaga hutan ini,’’ ujarnya.

Sebelumnya, Panitia Kegiatan, Siti Aminah, menyampaikan kondisi hutan dengan latar belakang Olat Batu Lanteh ini adalah salah satu hutan yang masih original di Kabupaten Sumbawa. Di mana sebanyak 800 hektar bantaran kali tidak ditanam satupun jagung. “Jadi dipertahankan originalnya,” katanya.

Pihaknya memilih penanaman pohon di lokasi ini, untuk memperlihatkan bahwa inilah hutan jati yang tidak pernah ditebang. Salah satu contohnya pohon jati dan mahoni tampak berdiri di kemiringan. “Di sini kita melihat kondisi hutan yang begitu lebat dan original,” lanjutnya. (arn/ind)