Warga Dasan Gria Pertanyakan Pembayaran Lahan Proyek Bendungan

Lahan Bendungan Meninting yang belum sepenuhnya dibayar. Warga mengharapkan lahan ini segera dibayar. (Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – Warga Dasan Gria Kecamatan Lingsar mempertanyakan kejelasan soal pembayaran lahan mereka yang terkena dampak pembebasan lahan pembangunan proyek Bendungan Meninting.  Pasalnya, khusus di desa setempat, belum satu orang pun yang dibayarkan lahannya.

Sementara mereka dijajikan pembayaran lahan awal bulan ini. Namun sampai saat ini pembayaran belum juga dilakukan, bahkan warga tambah kebingungan, karena mereka sudah mendapatkan lahan relokasi rumah akan tetapi belum bisa membayar akibat lahan belum dibayar.

Baca juga:  PPK Proyek Tahun 2020 Bisa Pejabat Eselon 4

Taufiqurrahman warga Dasan Gria menegaskan pembayaran lahan di desanya belum juga ada kabarnya. Bahkan kata dia, kabar kapan pembayaran lahan ini kian tidak jelas.”Dijanjikan awal bulan ini, tapi ini sudah pertengahan bulan belum juga ada kabarnya, warga digantung,” akunya, Jumat, 18 Januari 2020.

Menurutnya, jangankan kejelasan pembayaran lahan yang sampai saat ini belum ada titik terang, tim pembebasan pun terkesan saling menyalahkan terkait kesepakatan tentang pembayaran ganti rugi tersebut. Akibat dari ini justru warga menjadi kian tidak menentu. Warga dirugikan akibat ketidakjelasan pembayaran ini. Sebab mereka yang terdampak penggusuran harus merelokasi rumahnya.  Sementara mereka sudah mendapatkan tanah untuk relokasi, namun belum bisa membayar tanah akibat lahan mereka tak kunjung dibayar.

Baca juga:  Pemda Lobi Pembiayaan Kelanjutan Proyek Dermaga Senggigi

Sementara itu, Kepala desa Dasan Geria M. Nawa Komtaresa mengatakan pembayaran lahan warga molor diakibatkan ada beberapa berkas yang belum selesai diverifikasi. “Lahan warga kami belum dibayar,”jelas dia.

Baca juga:  PPK Proyek Dermaga Senggigi Diklarifikasi

Proses saat ini jelas dia ada di BPKP. Awalnya ganti rugi lahan warga ditarget selesai awal Januari, akan tetapi kendalanya kelengkapan sertifikat dan lain-lain. Pihaknya sangat berharap agar pembayaran lahan ini bisa lebih dipercepat. Sebab bagaimanapun proyek ini sudah di-groundbreaking.

Ia menyebut total warganya yang terkena dampak dan lahannya dibayar mencapai 60 KK. Ada di Dua Dusun, yakni Dusun Murpeji dan Pesanggrahan. (her)