Banjir Terjang Tambora, Puluhan Rumah Terendam

Jembatan kecil yang rusak diterjang banjir di Desa Rasabou Kecamatan Tambora, Kabupaten Bima, Senin, 13 Januari 2020.(Suara NTB/uki)

Bima (Suara NTB) – Hujat lebat yang melanda wilayah Bima dan Dompu dua hari atau pada, Minggu, 12 Januari 2020 hingga Senin, 13 Januari 2020 menyebabkan banjir di Desa Rasabou Kecamatan Tambora.

Puluhan unit rumah,  sejumlah fasilitas publik seperti tempat ibadah (masjid), Kantor Pemerintah Desa (Pemdes), Puskesmas dan Sekolah terendam. Bahkan satu jembatan kecil (deker) rusak parah.

Warga Desa Rasabou, Zulkarnain mengatakan, banjir yang menerjang Desa setempat usai dilanda hujan lebat selama dua hari berturut-turut. Beruntungnya tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. “Ada sekitar puluhan rumah yang terendam dan tidak ada korban jiwa,” katanya kepada Suara NTB, Senin, 13 Januari 2020.

Baca juga:  Dua Kapal Hilang Kontak di Perairan NTB

Sementara Camat Tambora, Drs. Isra, mengakui adanya banjir tersebut. Kata dia, banjir terjadi pada Minggu Sore kemarin hingga Senin pagi. Namun saatnya banjirnya berangsur mulai surut. “Dari Minggu hingga Senin kemarin. Jumlah rumah yang terendam ada sekitar 40 unit,” katanya.

Selain merendam puluhan unit rumah warga, banjir tersebut lanjutnya, juga menerjang dan merusak pagar Kantor Desa dan Sekolah. Serta pipa air bersih kondisinya rusak parah. “Deker atau jembatan kecil yang diterjang banjir 2019 lalu kini juga rusak, sehingga aktivitas masyarakat lumpuh total,” katanya.

Baca juga:  Banjir Terjang Sambelia, 250 Korban Mengungsi

Menurutnya jembatan yang rusak tersebut sudah diusulkan menjadi jembatan penghubung. Bahkan sudah disurvey dan anggaran untuk perbaikan telah disetejui tahun 2020 ini. “Untuk saat ini masih dibuatkan jalan alternatif oleh warga,” katanya.

Menurutnya kondisi banjir tersebut telah disampaikan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bima. Namun BPBD meminta agar mendata rumah warga yang terendam banjir dan nantinya disampaikan. “Sudah kita laporkan. Kita juga sudah meminta Pemdes agar mendata rumah warga yang terkena dampak banjir,” katanya.

Baca juga:  Hujan Deras di Lotim, Picu Longsor dan Genangi Kota Selong

Sementara Koordinator TRC BPBD Kabupaten Bima, Bambang Hermawan S.Kom. MM, mengaku pihaknya telah menerima laporan banjir Tambora. Saat ini banjirnya telah surut. “Banjir terjadi karena hujan lebat melanda dua hari kemarin sampai hari ini. Tapi banjirnya sudah surut,” katanya.

Bambang menanbahkan, memasuki musim penghujan wilayah atau desa-desa di Kecamatan Tambora telah dipetakan rawan terjadi bencana. Salah satunya bencana banjir bandang. “Selain itu rawan angin kencang dan tanah lonsor,” pungkasnya. (uki)