Dukung NTB ‘’Zero Waste’’, Warga Cakranegara Kompak Bersihkan Bantaran Sungai

Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah, menanam pohon pada kegiatan bersih-bersih sungai yang dilakukan Pesemetonan Cakranegara, Minggu, 8 Desember 2019 (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Kelompok masyarakat yang tergabung dalam Pesemetonan Cakranegara mengadakan kegiatan bersih-bersih bantaran sungai di sekitaran wilayah Cakranegara, Mataram. Kegiatan yang dihadiri oleh Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE. M.Sc, tersebut bertujuan untuk menyukseskan program pemerintah, NTB Zero Waste, melalui peran langsung masyarakat.

Sekjen Pesemetonan Cakranegara, Made Sangka menerangkan, selain bersih-bersih bantaran kali setidaknya ada dua agenda strategis lainnya yang akan dilakukan. Diantaranya pembersihan sungai bertajuk Prokasi (Program Kali Bersih) di sepanjang Jalan Kebudayaan pada 15 Desember mendatang, dan kegiatan car free day(hari bebas kendaraan) di Jalan Penjanggik pada  29 Desember mendatang.

‘’Secara tidak langsung kami ingin memberikan support (dukungan) program Pemprov NTB saat ini. Salah satunya Zero Waste, sekaligus memeriahkan HUT NTB,’’ ujar Made Sangka kepada Suara NTB, Minggu, 8 Desember 2019 ketika ditemui di sela-sela kegiatan.

Dalam seluruh kegiatan tersebut Pesemetonan Cakranegara melibatkan berbagai lapisan dan kelompok masyarakat masyarakat seperti Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Cakranegara.

Baca juga:  Kurangi Sampah Plastik, Yuk Ngaji Lombok Ajak Bawa Tumbler

Selain melakukan bersih-bersih sungai, dilakukan juga penanaman 12 pohon tabebuya di sepanjang Setra Karang Jangkong. ‘’Nanti kalau sudah berbunga ini mirip bunga sakura,’’ ujarnya.

Dengan penanaman pohon tersebut, diharapkan dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang mengunjungi kawasan Cakranegara, terutama sekitar Karang Jangkong.

Diterangkan Made yang juga menjabat sebagai Koordinator Pokdarwis Cakranegara, dari seluruh rangkaian program yang direncanakan diharapkan adanya dampak positif bagi masyarakat Cakranegara. Khusunya untuk usaha kecil menengah (UKM) yang dimiliki masyarakat.

Dicontohkan Made seperti pada kegiatan car free day yang akan diadakan, di mana tujuan utamanya adalah memfasilitasi rumah tangga di Kecamatan Cakranegara yang   di bidang makanan dan lain-lain untuk berjualan.

“Kita akan siapkan tenda-tenda di acara itu, supaya ibu-ibu bisa langsung berpartisipasi untuk memeriahkan,” ujarnya.

Salah satu pembeda kegiatan tersebut dari car free day yang selama ini diadakan di Jalan Udayana adalah konsepnya yang lebih mengedepankan unsur budaya. Diterangkan Made, hal tersebut memang menjadi salah satu target yang ingin dicapai. ‘’Harapan kami ada kesadaran dari masyarkaat tentang isu lingkungan, kemasyarakatan dan budaya. Jadi target kami adalah bagaimana ada kemandirian di bidang tersebut,’’ ujarnya.

Baca juga:  Tingkatkan Nilai UN, Kepsek Harus Perkuat Standar Proses dan Standar Pengelolaan

Gubernur NTB pada kesempatan itu menekankan bahwa peran aktif masyarakat memang sangat dibutuhkan untuk menyukseskan program pemerintah saat ini. Diterangkan gubernur yang akrab disapa Dr. Zul tersebut bahwa kesadaran masyarakat menjadi salah satu kunci berhasilnya pembangunan daerah saat ini.

‘’Jadi tidak selalu harus dari gubernur atau walikota. Tapi dari masyarakat juga,’’ ujarnya.

Untuk itu, Dr. Zul menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif yang ditunjukkan oleh seluruh lapisan masyarakat yang tergabung dalam kelompok Pesemetonan Cakranegara. Terlebih untuk perannya dalam memfasilitasi masyarkat dan memberikan perhatian khusus untuk kebersihan lingkungan, budaya, dan pendidikan. (bay)