Pemkot akan Bangun IPAL di Tanjung Karang

Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh saat meninjau lokasi rencana pembangunan IPAL komunal di kelurahan Tanjung Karang, Selasa (22/10). Pembangunan IPAL komunal nantinya diharapkan mampu menekan pembuangan limbah lumpur tinja secara sembarangan di Mataram. (Suara NTB/viq)

Mataram (Suara NTB) – Pemerintah Kota Mataram pada tahun 2020 mendatang berencana membangun instalasi pengolahan air limbah (IPAL) komunal di pinggir pantai kelurahan Tanjung Karang. Rencana ini mengantisipasi pencemaran limbah lumpur tinja yang kian marak di kota Mataram.

Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh mengatakan, rencana Pemkot Mataram untuk membangun IPAL komunal di kelurahan Tanjung Karang sudah hampir rampung. Kata Ahyar, Pemkot Mataram sudah menyiapkan lahan seluas 3,5 hektar untuk lokasi pembangunan IPAL komunal pada tahun 2020 mendatang.

“Tinggal kita tunggu keseriusan dan kapan realisasinya dari kementerian PUPR. Nanti adanya IPAL Komunal itu maka nanti tentu tidak ada lagi limbah yang dibuang di halaman, di sungai, di selokan, di septic tank, dan di semua. Nanti akan tersentral di sini (IPAL komunal) ini,” katanya, Rabu, 23 Oktober 2019.

Nanti lanjut Ahyar, semua limbah dari rumah tangga (RT), hotel, dan lainnya, semua bisa membuang limbah tinja ke IPAL komunal ini. Ditegaskan Ahyar, pengawasan untuk pengelolaan IPAL komunal ini sudah kita kendalikan dalam aturan tata ruang. “Dari itu roi pantai ini harus dijaga betul. Untuk kepentingan ke depan sesuai dengan usul kita di kota Mataram,” jelas Ahyar.

Selama ini ungkap Ahyar, Pemkot Mataram sudah mengantisipasi untuk pembangunan apapun di area pinggir pantai. Dinilainya, pembangunan di pinggir pantai Mataram sepanjang 9,1 Km tersebut sangat ketat. “Sekarang aturan-aturan itu terus kita awasi. Akan tetapi pembangunan IPAL komunal ini untuk kepentingan  kita bersama dan kita akan antisipasi dampaknya,” paparnya.

“Lahan ini kan bekas dermaga ketika PLTD ini masih aktif. Komunikasi dengan kementerian, sudah terus dilakukan konsultasi dan koordinasi untuk pembangunan IPAL komunal ini,” imbuhnya. Dari pihak kementerian kata Ahyar, rencana program pembanguan IPAL komunal ini pada tahun 2020 mendatang harus terealisai.

“Kita sudah siap. Saya sudah siapkan lahan dan programnya. Kita tidak ingin seperti dulu sudah berencana (dari kementerian) mau  memberikan kita mesin pengolahan sampah tapi tidak ada sampai sekarang,” tutup Ahyar. (viq)