1.331 Hektare Hutan dan Lahan di NTB Terbakar

Padang savana jalur pendakian Pos IV Gunung Rinjani yang terbakar. Luas kawasan yang hangus mencapai 60 hektar. (Suara NTB/ist_TNGR)

Mataram (Suara NTB) – Data Satuan Tugas (Satgas) Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Polda NTB, menyebutkan, sedikitnya 1.331 hektare hutan dan lahan terbakar. Luas kawasan  yang terbakar itu tercatat hingga 17 Oktober 2019. Titik kebakaran hampir di seluruh wilayah hukum Polda NTB dan ditangani masing masing Satgas daerah.

Rincian kejadian Karhutla sesuai informasi dari Pengendalian Operasi (Dalops) Biro Operasional Polda NTB, terpantau di titik-titik di antaranya, wilayah Polres Mataram 34 are. Kemudian wilayah Polres Lobar 38,1 hektare, Polres Lombok Utara 44,28 hektar, Polres Lombok Tengah 86,56 hektare. Polres Lotim paling banyak, mencapai 335,24 hektare. Sementara di Pulau Sumbawa juga terjadi kebakaran. Di wilayah Polres KSB  12 hektare, Polres Sumbawa 196 hektar, Polres Dompu 151 hektar dan Polres Bima Kabupaten 363 hektar, kemudian Polres Bima Kota 69,88 hektar.

‘’Total hutan dan lahan yang terbakar sudah mencapai 1.331 hektare. Ini menurut catatan masing-masing Satgas di daerah,’’ kata Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol. Purnama, SIK kepada Suara NTB, Jumat, 18 Oktober 2019.

Baca juga:  Empat Jalur Pendakian Rinjani Dibuka

Kejadian terbaru ratusan hektar lahan terbakar di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani dan Tambora.

Kebakaran di titik-titik tersebut terpantau melalui monitor di Pengendalian Operasi oleh tim yang mengendalikan server monitoring.  Sehingga setiap titik panas yang terpantau, akan langsung terdeteksi. ‘’Titik yang terdeteksi

langsung kami teruskan ke Satgas di daerah untuk dilakukan pemadaman,’’ tandasnya.

Upaya pencegahan juga terus dilakukan melalui imbauan kepada masyarakat agar tidak membakar sampah dan membuang putung rokok sembarangan, apalagi di kawasan hutan. Satgas juga bersama- sama dengan masyarakat untuk mengawasi titik – titik panas.

‘’Kami juga berkoordinasi dengan kelompok pengelola kawasan hutan agar ikut serta memberikan pemahaman maupun himbauan kepada masyarakat yang akan membersihkan lahan perkebunan,’’ jelasnya.

Jika ada kejadian, Satgas juga mengajak masyarakat untuk sama-sama memadamkan api agar tidak meluas.

Baca juga:  753 Hektare Vegetasi Rinjani Terbakar

Pada  kejadian kebakaran di Gunung Rinjani, Satgas Karhutla juga terjun memadamkan savanna di Post II hingga Pos IV.

Kejadian Selasa  (15/10) lalu ketika piket anggota Polsek Sembalun melihat api di Gunung Rinjani, diperkirakan titik pada Pos III jalur pendakian Sembalun – Pelawangan. Kapolsek berkoordinasi dengan pihak TNGR Resort Sembalun untuk tindakan pemadaman.  Pihaknya mengerahkan lima personel Polsek Sembalun dan 5 personel TNGR Resort  dengan kendaraan dan peralatan.

‘’Tim tiba di Pos II Gunung Rinjani, namun tidak dapat mendekati lokasi kebakaran karena medan yang terjal tidak dapat dijangkau oleh tim. Sehingga hanya memantau api dari jauh,’’ ujarnya.

Diperkirakan luas padang savana Rinjani yang kebakaran sampai saat ini sekitar 50 Ha – 60 hektare bahkan hingga masuk ke wilayah Torean, Lombok Utara.

‘’Personel gabungan berupaya membuka jalan untuk sebisa mungkin mendekati titik kebakaran guna mencegah meluasnya api,’’ jelasnya. (ars)