Ribuan Orang Terpapar Asap Kebakaran TPA Kebon Kongok

Ilustrasi kebakaran (Sumber Foto : https://www.flickr.com/photos/coconinonationalforest/)

Advertisement

Mataram (Suara NTB) – Kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Regional Kebon Kongok, Lombok Barat, masih mengeluarkan asap. Sampai Jumat, 18 Oktober 2019, sedikitnya 17.000 orang yang berada di lima desa di sekitar kawasan TPA dikhawatirkan mengalami gangguan pernapasan akibat pengaruh asap tersebut.

‘’Yang berobat ada sekitar 20 orang. Tapi bukan sakitnya bukan murni karena terkena asap. Yang benar-benar karena asap itu ada delapan orang sekarang,’’ ujar Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) NTB, dr. Nurhandini Eka Dewi, Sp.A, MPH saat dikonfirmasi Suara NTB Jumat, 18 Oktober 2019 di Mataram. Delapan orang korban tersebut telah mendapatkan perawatan karena menunjukkan gejala Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Dikes NTB membagi dua piket tugas untuk menangani dampak kesehatan yang mungkin disebabkan oleh asap kebakaran TPA. Satu unit piket tugas disiapkan untuk mengatasi keluhan di desa-desa terdampak, dan satu piket tugas lainnya khusus disiapkan untuk memenuhi kebutuhan petugas pemadam.

‘’Satu kita siapkan untuk petugas di Kebon Kongok, karena cukup berat mereka pekerjaannya. Kami semalam sampai jam 24.00 Wita mengevaluasi apa hasil selama ini dan apa yang dibutuhkan,’’ ujar Eka.

Terkait desa terdampak, Eka menerangkan bahwa piket tugas difungsikan secara mobile mengikuti ke mana arah asap. ‘’Kalau misal asapnya ke Kuranji, kita ke sana. Kalau ke Parempuan, kita ke Parempuan. Tapi kalau tidak ada angin, warga yang ada di bawah kawasan yang kena asapnya,’’ ujarnya.

Asap dari kebakaran TPA Kebon Kongok sendiri disebut berbahaya karena membawa partikel-partikel kecil yang mungkin mengganggu pernapasan. Karena itu, Dikes NTB sampai saat ini telah membagikan 3.000 lembar masker kepada warga-warga yang aktivitasnya bersentuhan langsung dengan lokasi yang terkena asap langsung.

Diterangkan Eka, hari ini pihaknya akan melakukan evaluasi terkait masyarakat yang rentan terkena dampak asap. ‘’Orang-orang yang rentan mungkin akan kita bawa keluar. Mau tidak mau kalau begitu solusinya evakuasi, terutama (di daerah) yang paling terdampak,’’ ujarnya.

Selain masker,  Dikes NTB dan Puskesmas Lombok Barat juga telah menyiapkan petugas dan obat-obatan yang diperlukan. Walaupun intensitas asap mulai berkurang setelah upaya pemadaman sejak Minggu (13/10) lalu. Menurut Eka, Dikes NTB masih memberlakukan status siap-siaga untuk mengatasi dampak kesehatan yang mungkin ditimbulkan sampai proses evaluasi selesai. (bay)

Disqus Comments Loading...

This website uses cookies.