Dunia Usaha dan Komunitas akan Digandeng untuk Kawal Kebersihan Sungai

Ilustrasi pembersihan sampah di Sungai. (Suara NTB/dok)

Advertisement

Mataram (Suara NTB) – Pemprov NTB akan memberikan tanggung jawab kepada masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mengawasi kebersihan sungai dan pantai di Kota Mataram dan Lombok Barat. Pasalnya, sampai saat ini, sungai masih dijadikan sebagai tempat membuang sampah.

Akibatnya, sungai-sungai di Kota Mataram dan Lombok Barat sangat kotor. Selain itu, pembuangan sampah di sungai juga menyebabkan daerah hilir atau pantai  dipenuhi sampah.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB, Ir. Madani Mukarom, B. Sc.F, M. Si mengatakan, saat ini pihaknya sedang memetakan komunitas-komunitas sungai yang ada di Kota Mataram dan Lombok Barat. Nantinya, komunitas inilah yang akan dilibatkan untuk tetap menjaga kebersihan sungai dengan pengawasan dari OPD Pemprov NTB.

Dalam satu sungai, Madani menjelaskan ada beberapa komunitas yang dilibatkan. ‘’Nanti dibagi-bagi wilayah sungai itu oleh komunitas. Kemudian nanti ada OPD yang mengawasinya,’’ terang Madani dikonfirmasi Suara NTB, Rabu, 16 Oktober 2019 siang.

Kemudian, setiap titik akan ada dunia usaha, seperti perhotelan, BUMN dan BUMD yang dilibatkan. Pemprov menginginkan agar dana Corporate Social Responsibility (CSR) dunia usaha di Kota Mataram dan Lombok Barat diarahkan untuk mendukung kebersihan sungai, pantai dan destinasi wisata prioritas di dua daerah tersebut.

‘’Kita sedang membuat pemetaan, pembagian tugas komunitas sungai dan pantai. Setelah dipetakan, komunitas A di Sungai Jangkok, dari Ampenan sampai mana nanti yang dibersihkan. Nanti ada OPD yang jadi pengawasnya,’’ jelasnya.

Madani mengatakan, pihaknya sekarang masih melakukan pemetaan terhadap komunitas-komunitas yang ada. Setelah diketahui jumlah komunitas yang peduli terhadap kebersihan sungai dan pantai di Kota Mataram dan Lombok Barat.

Kemudian, akan dibawa ke rapat koordinasi OPD. Dalam rapat koordinasi OPD itulah, akan ditugaskan masing-masing OPD untuk mengawasi titik-titik yang akan menjadi tanggung jawabnya.

“Saya undang nanti perusahaan yang  terakhir. CSR-nya mau dimana nanti. Semua perusahaan-perusahaan yang ada di Kota Mataram dan Lombok Barat kita undang. Nanti dibagi-bagi wilayahnya,’’ ujarnya.

Pemprov NTB menjadikan Kota Mataram dan Lombok Barat sebagai pilot project program Zero Waste. Dua daerah ini menjadi ‘’wajah’’ NTB. Sehingga, Kota Mataram dan Lombok Barat harus benar-benar bersih dari sampah. Bahkan, Pemprov membuat kebijakan tidak akan menerima sampah yang tidak dipilah dari Kota Mataram dan Lombok Barat di TPA Kebon Kongok mulai 2020 mendatang.

Berdasarkan Data Dinas LHK NTB, Kota Mataram menghasilkan 314 ton sampah per hari, 273 ton di antaranya masuk ke TPA. Sedangkan Kabupaten Lombok Barat menghasilkan 175,4 ton per hari, 101,76 ton di antaranya masuk ke TPA. Pemprov memiliki  TPA Kebon Kongok seluas 8,41 hektare untuk pembuangan sampah dari  Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat. (nas)

Disqus Comments Loading...

This website uses cookies.