Fokus Zero Waste, Perbanyak Tempat Pengolahan Sampah

Hj. Sitti Rohmi Djalilah (Suara NTB/ars)

Mataram (Suara NTB) – Ikhtiar untuk mewujudkan NTB Asri dan Lestari melalui Program Bebas Sampah (Zero Waste) terus digiatkan Pemprov NTB di bawah kepemimpinan Gubernur Dr. H. Zulkieflimansyah dan Wakil Gubernur (Wagub) Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah.

Dalam program zero waste ini, pemerintah daerah tidak lagi akan memperbanyak tempat pembuangan sampah. Akan tetapi, akan fokus memperbanyak  tempat pengelolaan sampah seperti bank sampah.

Termasuk diantaranya Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kebon Kongok yang dikelola oleh Pemprov NTB, pada tahun 2020 nanti tidak lagi akan menerima sampah yang belum terpilah. Dengan kata lain, TPA tersebut hanya akan melayani sampah yang sudah dipilah sesuai jenisnya sehingga langsung dapat diolah menjadi berbagai produk yang bermanfaat dan mendatangkan berkah bagi masyarakat.

Wagub NTB,  Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah menegaskan hal tersebut, saat membuka rapat koordinasi penanganan dan pengelolaan sampah Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat bersama dengan sejumlah stakeholder terkait, di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur NTB Mataram, Senin, 30 September 2019.

Baca juga:  50 Kelompok Bank Sampah Diperiksa Inspektorat

Menurut Rohmi, kebijakan tersebut merupakan bentuk komitmen bersama dalam menangani sampah yang berasal dari Kota Mataram dan Lombok Barat serta untuk mempermudah dalam pengelolaannya. ‘’Kalau sudah dipilah

maka tinggal langsung diolah, sehingga tidak menumpuk terlalu lama di TPA,’’ tegasnya.

Sementara itu, Penjabat Sekda NTB, Dr. Ir. H. Iswandi, MSi menyampaikan, setidaknya ada tiga hal yang penting dilakukan dalam mensukseskan program zero waste ini yaitu pengurangan volume sampah, pengelolaan sampah, dan pengawasan terhadap pelaksanaan rencana aksi program.

Berdasarkan Data Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan NTB, Kota Mataram menghasilkan 314 ton sampah per hari, 273 ton di antaranya masuk ke TPA. Sedangkan Kabupaten Lombok Barat menghasilkan 175,4 ton per hari, 101,76 ton di antaranya masuk ke TPA.

Baca juga:  Sumbawa, “Zero Waste” dan Tantangan Kesadaran

Sejumlah TPA yang ada di NTB yaitu TPA Kebon Kongok seluas 8,41 hektare untuk Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat. TPA Pengengat seluas 10 hektare di Lombok Tengah, TPA Ijo Balit dengan luas delapan hektare di Lombok Timur, TPA Jugil seluas delapan hektare di Lombok Utara dan TPA Oi Mbo seluas tujuh hektare di Kota Bima.

Selain itu ada TPA Waduwani di Kabupaten Bima dengan luas tujuh hektare, TPA Lune di Dompu seluas 9 hektare, dan TPA Batu Putih di Sumbawa Barat seluas 5 hektare. Sementara Kabupaten Sumbawa memiliki dua TPA, yakni TPA Raberas seluas 6 hektare dan TPA Lekong seluas 9 hektare. (r)