Warga Keluhkan Limbah Abu Pembakaran PLTU Jeranjang

Limbah abu sisa pembakaran PLTU Jeranjang dikeluhkan lantaran beterbangan ke pemukiman warga

Giri Menang (Suara NTB) – Warga Dusun Jeranjang Desa Taman Ayu Kecamatan Gerung Lombok Barat mengeluhkan limbah abu sisa pembakaran Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Jeranjang yang ditampung di Disposal (tempat penampungan) di sekitar lokasi PLTU setempat. Warga mengeluhkan abu sisa pembakaran beterbangan di udara dibawa oleh angin timur hingga masuk ke pemukiman warga. Dampaknya pun menyebabkan warga mengalami gangguan pernapasan (ispa), batuk, pilek dan sakit mata.

Menindaklanjuti keluhan warga ini, Anggota DPRD Lobar dari daerah setempat,  Lalu Zulkikar Ali mendesak agar pihak PLTU segera mengangkut limbah abu tersebut keluar dari areal PLTU. Demikian ditegaskan politisi Berkarya ini saat ditemui di Gerung,  Kamis,  12 September 2019. Zulfikar menegaskan, banyak warga setempat yang mengadu dan mengeluh ke dirinya terkait limbah abu sisa pembakaran di tempat penampungan PLTU Jeranjang.  Gelombang keluhan Warga ini kata dia mulai terjadi sejak beberapa bulan terakhir lantaran  limbah abu tersebut masuk ke pemukiman akibat diterbangkan angin timur.

“Limbah abu sisa pembakaran ini sudah menumpuk di Disposal (tempat Penampungan), sehingga diterbangkan angin timur.  Banyak warga mengeluh ke saya mulai Juli, Agustus dan sampai sekarang. Karena itu, saya minta agar limbah abu ini yang sudah menumpuk segera diangkut (dikeluarkan) dari tempat penampungan, “tegas Lalu Zul sapaan akrab politisi muda ini.

Limbah abu sisa pembakaran PLTU Jeranjanf  ini harus segera diangkut dan dimusnahkan agar tidak

diterbangkan angin. Apalagi kata dia, saat ini tengah musim kemarau dan angin timur. Angin yang bertiup dari timur ke barat menerangkan abu ke permukiman warga, masjid dan sekolah. Sehingga akibat abu inu, banyak warga dan anak-anak mengeluh terkena penyakit ispa, sakit mata, batuk, pilek. Bahkan kata dia, limbah abu masuk ke sumur – sumur milik warga sehingga dikhawatirkan tercemar limbah tersebut.

Warga pun mendesak agar limbah abu tersebut segera diangkut dan dikeluarkan dari penampungan. Pasalnya, ia sendiri sudah turun mengecek lokasi penampungan.  “Jadi setelah saya cek memang limbah abu ini sudah menumpuk sekali karena tidak pernah diangkut,”tegas dia.

Selaku anggota Dewan, ia akan mengajak Dinas Lingkungan Hidup (DLH)  Lobar turun ke lokasi. Sebab,  akibat limbah ini meresahkan warga sekitar karena merasa sangat terganggu.  Ia mendesak juga agar pihak DLH lebih responsif dalam menindaklanjuti keluhan warga akibat limbah abu tersebut. Lebih-lebih kata dia, daerah ini menjadi lokasi pembangkit listrik yang notabene rawan terkena dampak dari limbah sisa pembakaran.

Sementara itu,  Kepala Dinas Lingkungan Hidup Lobar, Budi Darmajaya mengatakan, pihaknya belum mendapatkan laporan dan keluhan dari warga terkait abu tersebut. “Nanti kami akan turun cek kalau memang abunya beterbangan nanti kita tegur mereka (PLTU red),” tegas dia.  Terkait tuntutan warga agar limbah abu diangkut dari penampungan,  hal ini akan dicek dulu barulah menentukan langkah selanjutnya. (her)