10.000 Kakap Putih dan 500 Tukik Dilepas di Kuranji

Rina didampingi Kepala BKIPM Mataram, Suprayogi dan jajaran melepas tukik di Pantai Kuranji, Lobar. (Suara NTB/bul)

Mataram (suarantb.com) – Kementerian Kalautan dan Perikanan (KKP) melalui Badan Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu (BKIPM) memberikan perhatian khusus pada sumber daya kelautan perikanan di NTB. Provinsi kepulauan menyimpan potensi biota laut yang unik yang tidak banyak ada di dunia. Yaitu Penyu Lekang. Selain potensi perikanannya yang melimpah.

Kepala BKIPM RI, Dr. Ir. Rina, M.Si menyempatkan diri ke NTB, mengedukasi dan mengajak masyarakat di provinsi ini untuk menjaga keunikan kekayaan laut yang dimilikinya. Sebagai bagian dari rangkaian peringatan Bulan Bhakti Karantina Ikan yang tahun ini mengusung tema “Mewujudkan Sumber Daya Alam yang Lestri dan Berkelanjutan”.

Sebagaimana semangat yang ditanamkan Menteri KKP kepada masyarakat Indonesia untuk menjaga kelestarian sumber daya kelautan perikanan. Serta melaksanakan program Presiden RI, Joko Widodo yang menjadikan laut sebagai masa depan bangsa. Rina didampingi Kepala BKIPM Mataram, Suprayogi dan jajaran, Dinas Kelautan Perikanan NTB dan Lombok Barat, BKSDA, BBL Lombok, Lanal Mataram, anak-anak usia dini, pegiat lingkungan dan masyarakat Desa Kuranji, Lombok Barat melepas 500 ekor Penyu Lekang yang ditetaskan pemerhati lingkungan di Kuranji.

Selain penyu, juga dilepas 10.000 kakap putih yang dipijah BBL Lombok direstoking ke alam untuk menjaga ketersediaan secara berkelanjutan. Kegiatan ini sebagai edukasi langsung masyarakat untuk sadar, serta berperan aktif menjaga kelestarian sumber daya alam laut yang dimilikinya. “Di dunia ini ada tujuh jenis penyu. Enam ada di Indonesia, dan salah satu jenisnya ada di Lombok, NTB. Karena itu, jagalah kelestariannya,” pesan Rina usai melepas tukik di Kuranji, Selasa, 27 Agustus 2019 pagi.

Kuranji disebut salah

satu tempat spesial lantaran sangat banyak didatangi penyu untuk bertelur dan berkembang biak. Jika tidak dijaga secara sadar kelestariannya. Keunikan yang dimiliki NTB ini akan punah. “Agar populasinya tidak turun drastis. Jangan dijual telurnya karena prosesnya bertelurnya lama. Dengan menjaganya, berarti kita menjaga kelestarian penyu di dunia,” pesannya.

Kepala BKIPM RI juga melakukan serangkaian kegiatan di Lombok. Salah satunya kuliah umum kepada ratusan mahasiswa di Unram. Mahasiswa disadarkan akan pentingnya laut dan kekayaan yang tersimpa di dalamnya untuk di jaga, dan dilestarikan secara berkelanjutan. Harapannya, dengan potensi yang dimiliki NTB, ke depan diharapkan tersedia jurusan kelautan dan perikanan di perguruan-perguruan tinggi yang ada di daerah ini.

Kepala BKIPM Mataram, Suprayogi mengatakan, KKP ingin mewudujkan misi sektor kelautan dan perikanan Inodnesia yang mandiri, kuat, maju dan berbasis kompetensi nasional. Serta mewujudkan misi kedaulatan, keberlanjutan, kesejahteraan. Berbagai kegitan pelaksanakan program tersebut yang dilakukan BKIPM Mataram adalah sosialisasi, edukasi kepada kelompok-kelompok masyarakat untuk menjaga kebersihan laut dan menjaga kelestarian di dalamnya.

Pemerintah daerah telah menggalakkan program zero waste. Menurutnya sangat relevan dengan cita-cita pemerintah Indonesia untuk menjaga kelestarian laut. “Karena itu, masyarakat harapannya berhenti membuang sampah di sungai, kurangi penggunaan plastik. Ini program yang sangat bagus dan memberikan dampak jangka panjang secara menyeluruh,” ujarnya.

Secara khusus Suprayogi juga menyinggung keunikan yang dimiliki NTB adalah menyimpan penyu yang tidak banyak ada di dunia. Karena itu, BKIPM Mataram mengimbau masyarakat di pesisir tidak memburu telur penyu, apalagi mengkomersilkannya (diperjualbelikan, red). Agar ia tetap lestari. (bul)