Banyak Kasus Kebakaran Lahan Diduga Disengaja

Kasus pembakaran lahan di wilayah Lobar semakin meningkat, diduga pembakaran lahan ini disengaja untuk membuka lahan.(Suara NTB/Damkar Lobar)

Giri Menang (Suara NTB) – Kasus kebakaran lahan di Lombok Barat (Lobar) meningkat tajam. Sampai saat ini, dari data Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) tercatat 10 kasus kebakaran lahan. Angka melonjak tajam dibandingkan sebelumnya. Tingginya intensitas kasus kebakaran lahan ini, diduga banyak yang disengaja. Oknum yang ingin membuka lokasi lahan untuk keperluan bercocok tanam dan lain-lain sengaja membakar lahan tersebut. Pembakaran lahan ini dipermudah dengan kondisi kekeringan yang melanda daerah setempat.

Untuk mencegah terjadinya kebakaran lahan ini, pihak Pemda Lobar berencana membentuk Satuan Tugas Kebakaran Hutan dan Lahan (Satgas Karhutla). ‘’Tim Satgas ini nantinya tidak saja melakukan penanganan pencegahan, namun hingga penindakaan hukum,’’ ujar Kepala Dinas Damkar Fauzan Husniadi, Jumat,  23 Agustus 2019.

Menurut dia sejumlah kasus kebakaran lahan ini, ada yang disengaja oleh oknum tertentu. Beberapa kejadian kebakaran lahan ini, di Dusun Pelan Desa Mareje Kecamatan Lembar Kamis malam lalu. Pihaknya dilaporkan bahwa terjadi kebakaran lahan di dusun setempat. Pihaknya pun langsung menerjunkan tim pemadam ke lokasi. Namun akibat lokasinya jauh dan medannya sulit dijangkau pemadaman pun dilakukan dengan ekstra keras dibantu Polres Lobar dipimpin langsung oleh Kapolres bersama jajaran, kebakaran lahan itu berhasil dipadamkan.

Selain di Mareje, kebakaran lahan juga terjadi di dekat lokasi PLTG PLTU Jeranjang Taman Ayu Gerung. Bahkan pembakaran lahan masuk hingga areal PLTG.  Sebelumnya, kata dia, kebakaran lahan terjadi di beberapa titik di dekat BTN Graha Sandik Desa Sandik. Tempos Gerung, Wadon Gunuungsari.  Untuk menangani kasus kebakaran lahan ini, pemda berencana memantuk Tim Satgas Karhutla. Rencana pembentukan tim Satgas ini pun sudah dibahas bersama dengan OPD terkait dan polres dalam rapat yang diadakan Jumat (23/8). Rapat ini, jelasnya,  menindaklanjuti rapat pembentukan Tim Satgas Karhutla yang dipimpin Sekda Lobar. Saat ini, susunan tim yang terlibat dalam Satgas ini tengah digodok di Kesbangpol dan Bagian Hukum.

Tim Satgas ini, jelasnya, melakukan langkah pencegahan secara preventif.  Namun persoalan yang masih jadi perdebatan, kata dia, kehutanan sudah masuk tanah provinsi, sehingga provinsi diharap bisa mem-back up penuh. Alasannya, pemda tidak punya institusi dan alat untuk penanganan bidang kehutanan ini. “Ini salah satu kendala karena urusan kehutanan ini ada di provinsi, bagaimana bentuk intervensi kita, ini yang belum jelas,” ujar dia.

Jumat dini hari sekitar pukul 02.00, rumah warga di Dusun Bangket Punik,  Desa Golong Kecamatan  Narmada Lobar mengalami kebakaran hebat. Rumah milik H Safi’i habis dilalap si jago merah. Saat kebakaran, sang pemilik tidak ada di rumah karena dirawat di RSUP. Penyebab kebakaran ini diduga dipicu arus pendek aliran listrik. Korban pun diperkirakan mengalami kerugian material sekitar Rp150.000.000. (her)