BKIPM Mataram, Komunitas Pecinta Lingkungan dan Warga Pesisir Ramai-ramai Menghadap Laut

Kepala BKIPM Mataram, Suprayogi beserta jajaran dan ratusan orang menghadap laut di pantai Tanjung Karang Mataram, Minggu sore.

Mataram (Suara NTB) – Lagu “Padamu Negeri” berkumandang di tepi pantai Tanjung Karang, Sekarbela Kota Mataram. Tepat Pukul 17.00 Wita, Minggu,  18 Agustus 2019. Ratusan orang berjejer menghadap laut. Seluruh pegawai Balai Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu (BKIPM) Mataram, beserta masyarakat pesisir Pantai Tanjung Karang dan komunitas pecinta lingkungan, khususnya laut membaur . Bergandengan tangan. Dari anak-anak, remaja-remaji, muda dan tua, laki dan perempuan.

Semuanya khusyuk menyanyikan lagi Padamu Negeri, di siram cahaya matahari  di ufuk barat. Dari ujung telpon, terdengar aba-aba langsung 3,2,1 dari Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti dari Pantai Ancol, Jakarta Utara . Sebelum nyanyian di mulai bersama.

Pantai Tanjung Karang adalah satu dari 74 titik di Indonesia tempat dilaksanakannya kegiatan serupa. Melibatkan 74.000 orang se nasional. Kegiatan ini disebut Gerakan Nasional Menghadap Laut 2.0 dengan pesan utama “Laut Masa Depan Bangsa, Mari Jaga Bersama”.

Inisiator kegiatan adalah Pandu Laut Nusantara, Kementerian Kelautan Perikanan dan Yayasan EcoNusa. Didukung oleh Indorelawan, Diver Clean Action, Diet Kantong Plastik,

WWF, TNC, Beach Clean Up Jakarta dan Organisasi lain yang tersebar di Indonesia.

Sebelum kegiatan menghadap ke laut di mulai, Kepala BKIPM Mataram, Suprayogi mengomandoi jajarannya melakukan aksi bersih-bersih pantai. Beberapa karung sampah terkumpul. Ditimbang, kemudian diantar ke tempat sampah.

Kegiatan Menghadap ke Laut ini dilaksanakan tahun kedua. Suprayogi mengatakan, diharapkan seluruh masyarakat menghargai laut, cinta pada laut.

“Karena laut adalah sumber kehidupan kita. Laut adalah masa depan kita, bangsa Indonesia,” jelas Suprayogi.

BKIPM Mataram sangat intens mengawal kebersihan pantai di Tanjung Karang. Dalam beberapa waktu terakhir, masyarakat setempat di beri pelatihan wirausaha, di edukasi agar cinta kebersihan laut. Terbukti, masyarakat setempat cukup sadar akan hal itu.  Pantai Tanjung Karang adalah tujuan wisata di Kota Mataram.

“Kita terus berusaha menggalakkan zero waste di pantai dan laut. Karena dampak sampah akan fatal bagi kelangsungan hewan dan biota laut. Jangan sampai sumber kehidupan kita tercemar,” demikian Suprayogi.

PR yang tak kalah penting adalah meningkatkan kesadaran, menjaga sampah sungai yang di buang masyarakat. Dan bermuara di laut. (bul)