Atasi Kekeringan, Pemprov Diharapkan Turun Tangan

Warga di wilayah Batulayar yang dilanda kekeringan terpaksa antre ambil air yang didroping pemda. (Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – Daerah terdampak kekeringan di Lombok Barat (Lobar) meluas hingga 26 desa tersebar di tujuh kecamatan. Jumlah kecamatan yang terkena kekekeringan pun bertambah satu, menyusul Lingsar yang sebelumnya tak masuk data terdampak kekeringan justru kali ini masuk bersama Kecamatan Sekotong, Lembar, Kuripan, Gerung, Gunungsari dan Batulayar. Daerah terdampak kekeringan ini diprediksi bakal terus meluas menyusul musim kemarau ini diprerkirakan oleh BMKG hingga awal bulan depan.

Sementara kondisi anggaran untuk droping air di BPBD mulai menipis. Karena itu pemda berharap pemprov turun tangan membantu pemda dalam menangani kekeringan ini. “Data terbaru desa yang terkena kekeringan sebanyak 26 desa, di tujuh kecamatan. Jumlah kecamatan terdampak ini bertambah, kami dapat info dari media Desa Gontoran Lingsar juga kena,” jelas Kasi Logistik pada BPBD Lobar, H. Tohri.

Sejauh ini 26 desa yang terdampak kekeringan sudah didroping air bersih. Desa yang didroping air ini tidak hanya meminta resmi ke pemda, namun ada juga yang tidak bersurat dan tetap disuplai air. Sampai saat ini pihaknya sudah melakukan droping air sekitar 15 tangki dengan kapasitas satu tangki sekitar 5 ribu liter dan 24 tandon berisi 1.250 liter per tandon. Untuk droping air menggunakan tandon pihaknya menyasar sekitar wilayah Kuripan.

Dalam droping air ini pihaknya hanya bisa melakukan satu sampai dua kali di satu titik, sebab ada bantuan dari OPD lain serta instansi terkait seperti polres, PDAM yang ikut membantu droping air. Lebih jauh, kata dia, kalau melihat kondisi saat ini musim kemarau diperkirakan sampai awal Agustus. Dari hasil koordinasi dengan BMKG, cuaca kering terjadi sampai dengan awal bulan depan. Tapi itu pun keringnya basah, artinya ada beberapa titik mulai ada hujan.

Namun demikian pihaknya tetap melakukan langkah antisipasi terutama di wilayah bagian selatan, sebab ada perkiraan bahwa hujan tidak merata. “Tapi kondisi dana untuk droping air ini sudah mulai menipis, pihak Bank NTB akan membantu droping air. Kami mengusulkan  hingga 20 kali kiriman,” jelas dia.

Dengan kondisi keuangan untuk penanganan kekeringan yang mulai menipis, pihaknya berharap agar kerjasama dengan Bank NTB Syariah untuk penanganan selanjutnya. Bagaimana koordinasi dengan provinsi?  Pihaknya sendiri tetap melaporkan ke provinsi terkait kondisi dan penanganan yang sudah dilakukan. (her)