NTB Alami Suhu Terendah Hingga 16 Derajat

Ilustrasi suhu dingin (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Suhu udara di NTB terus mengalami perubahan. Oktober 2018 lalu,  suhu panas di NTB mencapai puncak tertinggi pada 33 derajat celcius. Agustus 2019, sebaliknya suhu udara pada titik terendah 16 derajat celcius. Ini menyebabkan suhu udara jauh lebih dingin dari biasanya.

‘’Di awal bulan Agustus 2019,  suhu terendah tercatat di tanggal 5 Agustus kemarin. Di mana, suhu minimum tercatat 16,6 derajat celcius. Ini  sekaligus menjadikan suhu udara terendah di NTB dalam delapan tahun terakhir,’’ kata Prakirawan BMKG Stasiun Klimatologi Lombok Barat, Restu Patria kepada Suara NTB Rabu, 7 Agustus 2019.

Baca juga:  Mundur, Prakiraan Awal Musim Hujan di NTB

Menurutnya, suhu dingin di musim kemarau adalah situasi yang normal.  Puncak suhu terdingin di NTB biasanya terjadi pada bulan Agustus. Masyarakat tidak perlu heran soal suhu dingin saat musim panas saat ini. Berbalik dengan anggapan bahwa  suhu dingin hanya terjadi saat musim hujan.  Sebab musim kemarau dan suhu dingin di NTB saling berkaitan.

Teorinya, lanjut Restu, suhu dingin di musim kemarau dipengaruhi oleh kurangnya tutupan awan.  Situasi terbalik ketika terjadi penumpukan awan, maka energi panas dari matahari  akan dipantulkan kembali ke bumi, sehingga suhu udara terasa lebih hangat.

Baca juga:  Satelit BMKG Pantau Puluhan Titik Panas di NTB

‘’Namun saat musim kemarau, hampir tidak ada awan, khususnya ketika malam hari. Sehingga energi panas dari matahari diteruskan ke angkasa tanpa ada yang menahan.

Oleh karena itu puncak suhu dingin di NTB bersamaan datang dengan puncak musim kemarau,’’ jelas Restu.

Sementara itu, suhu lebih tinggi atau panas sebenarnya terjadi ketika musim hujan, karena tutupan awan yang lebih banyak. (ars)