Distan Bangkitkan Kembali Posluhdes di Kelurahan

Kepala Dinas Pertanian Kota Mataram, Ir. H. Mutawalli memberikan sambutan pada rapat Posluhdes tingkat Kota Mataram, Selasa (6/8). (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Pos penyuluhan desa di Kelurahan nyaris mati suri. Program pengembangan di sektor pertanian tak berjalan maksimal. Dinas Pertanian mendorong posluhdes menjadi ujung tombak membangun komunikasi dengan stakeholder.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Pertanian Kota Mataram, Ir. H. Mutawalli saat membuka rapat Posluhdes Tingkat Kota Mataram, Selasa, 6 Agustus 2019. Disampaikan Muttawali, Posluhdes bukan saja amanat undang – undang, tetapi ada kepentingan untuk menghidupkan kembali setelah sekian lama vakum. Posluhdes ini sebagai simpul pertanian di pedesaan.

Tugas dari penyuluh membangun komunikasi dan koordinasi dengan kelurahan serta stakeholder lainnya. Apalagi Dinas Pertanian memiliki ide untuk mengembangkan lahan pertanian pekarangan. Sejauh ini, dari 50 kelurahan di Kota Mataram baru memiliki 25 Posluhdes dengan penyuluh berstatus pegawai negeri sipil dan penyuluh swadaya.

“Harapannya tahun ini semua kelurahan ada Posluhdesnya. Kelurahan juga menyiapkan ruangan khusus buat penyuluh. Penyuluh berkantor di sana,” harapnya.

Diaktifkan kembali Posluhdes karena kedepan penyuluh akan sibuk mengembangkan program pemanfaatan lahan sempit. Teknologinya bisa vertical garden, sky garden dan lain sebagainya. Teknologi ini tidak boleh asing bagi penyuluh. Sebagai contoh di Cakranegara tidak ada sawah. Ini harus disiasati dengan mengembangkan kelompok wanita tani. Artinya, hasil pertanian dapat diolah menjadi nilai jual tinggi.

Mutawalli juga mendorong satu kelurahan sebagai pilot project pemanfaatan lahan sempit sebagai tempat bercocok tanam. Penyuluh memiliki andil dalam pengembangannya. Termasuk mempromosikan melalui media sosial.

“Desa Belabante terkenal hanya menggunakan handpone. Ke depan pekerjaan penyuluh lebih berat lagi,” tandasnya.

Kepala Bidang Penyuluhan Tri Utami menambahkan, penyuluh diharapkan membantu petani dalam pengembangan produksi pertanian. Memberikan pilihan terhadap pemanfaatan teknologi, sebagai tempat konsultasi petani dan Gapoktan, dan lainnya. “Dari pertemuan ini diharapkan menghasilkan rumusan untuk pengembangan Posluhdes di kelurahan,” demikian tutupnya. (cem/*)