Pemkot Beli BBM Rp4,7 Miliar, Mataram Masih Banyak Tumpukan Sampah

Ismul Hidayat (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Anggota DPRD Kota Mataram Ismul Hidayat menyoroti tingginya alokasi anggaran untuk pembelian bahan bakar minyak BBM) angkutan sampah. Pemkot Mataram melalui DLH (Dinas Lingkungan Hidup) Kota Mataram menganggarkan Rp4,7 miliar untuk pembelian BBM. Angka ini dianggap sangat tinggi dan tidak sebanding dengan layanan persampahan di Kota Mataram. Karena pemandangan tumpukan sampah masih gampang dijumpai di Mataram.

”Kalau kita asumsikan satu armada sampah membutuhkan 18 liter per rate, dengan asumsi 50 rate, jumlah itu masih sangat jauh dari alokasi anggaran yang ada. Ini menjadi perhatian komisi III terhadap TAPD kenapa tidak mengalokasikan pembelian angkutan lebih banyak lagi, ya karena permasalahan kita jelas. Dari 35 angkutan yang ada, yang sehat itu cuma 20 an. Kalau kita mau hitung hitungan dengan 18 liter solar yang dibutuhkan satu kali rate untuk 35 angkutan, itu 50 rate kalau ada angkutan yang jalan dua kali. Kita punya anggaran yang cukup besar. Nah ini yang harus jadi perhatian TAPD,’’ terang mantan Sekretaris Komisi III DPRD Kota Mataram ini.

Baca juga:  Kasus Bibit Bawang Merah Bima, Penyidik Dalami Indikasi Kerugian Negara

Dia mendapat informasi BBM angkutan sampah yang tercecer. Ismul berharap informasi ini tidak benar. Bahwa, ada oknum yang menyunat anggaran BBM atau mencari sumber lain. Idealnya, menurut dia, satu kelurahan satu angkutan. Itu artinya, Kota Mataram membutuhkan 50 truk. Sementara tahun ini, DLH hanya menganggarkan pengadaan dua truk dengan anggaran kurang dari Rp1 miliar.

‘’Jadi tahun ini hanya Rp400 juta untuk satu truk,’’ cetusnya. Untuk itu, dia berharap DLH melakukan penghitungan ulang terhadap kebutuhan BBM. Kalaupun misalnya, tidak memungkinkan pengadaan truk untuk semua kelurahan, harusnya ada intervensi daerah terhadap CSR dunia usaha. Dewan berharap, tahun 2020 ada lima tambahan unit angkutan sampah. Baik yang dianggarkan melalui APBD maupun CSR dunia usaha.

Baca juga:  Mantan Kabid PAUDNI Disdikpora KSB Dihukum 5,5 Tahun Penjara

Menurut dia, harus ada keterlibatan dunia usaha dalam mewujudkan Mataram bersih. ‘’Itu perkumpulan perhotelan dan perkumpulan perbankan,’’ sebut politisi PKS ini. Mereka harus ada sumbangsihnya. Karena kedua perkumpulan usaha ini CSR nya cukup besar. Ini menjadi atensi Dewan karena daerah-daerah yang berhasil mengelola sampahnya, melibatkan tiga elemen masyarakat. Masyarakat diedukasi tentang pengelolaan sampah untuk pengurangan sampah yang masuk ke TPA. Dunia usaha juga diajak menambah sarana prasarana.

‘’Ini hanya masalah kemauan saja. Harus ada ide cemerlang dari dinas dan pemerintah. Kenapa tidak, intervensi itu dilakukan. Karena kita pun punya sumbangsih, dalam hal ini terhadap Bank NTB misalnya,’’ demikian Ismul. (fit)