Suhu di NTB Capai 18 Derajat

Ilustrasi Cuaca Dingin (publicdomainpictures)

Mataram (Suara NTB) – Udara di NTB akhir akhir ini terasa lebih dingin dari biasanya. Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisikan (BMKG) Stasiun Klimatologi menjelaskan, udara dingin itu dipengaruhi suhu yang mencapai 18 derajat celcius. Ini penanda masuk musim kemarau.

‘’Udara dingin yang kita rasakan akhir- akhir ini, merupakan salah satu tanda masuknya musim kemarau. Udara dingin disebabkan oleh aktifnya angin timuran yang membawa massa udara yang bersifat dingin dan kering ke wilayah NTB,’’ kata Restu Patria Megantara, Prakirawan BMKG Stasiun Klimatologi Lombok Barat.

Berdasarkan data pengamatan di Stasiun Klimatologi Lombok Barat, suhu udara maksimum pada bulan Juni 2019 berkisar antara 30 sampai 31 derajat celcius. Suhu udara maksimum tertinggi tercatat pada tanggal 7 Juni sebesar 32,4 derajat celcius, kemudian suhu maksimum terendah 28,6 derajat celcius pada tanggal 15 dan 17 Juni.

Baca juga:  NTB Alami Suhu Terendah Hingga 16 Derajat

Sedangkan suhu minimum di awal bulan Juni umumnya berkisar antara 21 sampai 23 derajat celcius.

‘’Dalam satu minggu terakhir ini suhu minimumnya lebih rendah dibandingkan dengan pada awal bulan Juni, berkisar antara 18 sampai 19 derajat celcius,’’ jelasnya.

Sedangkan musim kemarau tahun ini di NTB, umumnya mulai merata masuk bulan April hingga awal Mei. Puncak musim kemarau di NTB diprakirakan pada periode Juli – Agustus.

Berdasarkan pengamatan prakirawan, dari monitoring dinamika atmosfer kondisi suhu udara dingin  yang berlanjut pada kemarau ini disebabkan  ENSO (El Nino Southern Oscillation) berada pada kondisi lemah dan diperkirakan masih akan bertahan hingga September mendatang.

Baca juga:  NTB Alami Suhu Terendah Hingga 16 Derajat

‘’Angin timuran atau Monsun Australia saat ini aktif, berdampak pada pengurangan potensi hujan di NTB,’’ jelasnya soal pemicu kekeringan.

Sedangkan suhu permukaan laut sekitar NTB, saat ini lebih dingin dibandingkan situasi normal. Kondisi ini juga akan mengurangi potensi hujan di NTB.

Dari kondisi dinamika atmosfer dipaparkan Restu, diprakirakan kondisi musim kemarau di NTB akan normal. Meski demikian, katanya, perlu diingat  musim kemarau di NTB dengan tingkat kekeringan yang bisa mengarah ke ekstrem.   Khususnya ketika memasuki puncak musim kemarau di bulan Juli – Agustus. ‘’Perlu diperhatikan ketersediaan air, khususnya di daerah daerah yang rawan kekeringan,’’ katanya mengingatkan. (ars)