Cuaca Memanas, Pemkot Klaim RTH di Mataram Sudah Terpenuhi

Ilustrasi rumah kaca (Suara NTB/pxhere)

Mataram (Suara NTB) – Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Mataram, Irwan Rahadi mengatakan, kondisi cuaca panas yang dialami saat ini tidak serta merta dipicu kurangnya ruang terbuka hijau (RTH).

Dia mengatakan, bahwa Dinas LH melakukan penanaman pohon secara rutin. Bahkan, pemenuhan ruang terbuka hijau telah mencapai 20 persen.

“Penanaman pohon kita rutin, meningkatkan oksigen perkotaan ini kita sudah layak. Kalau dihitung dari ketentuan dalam RTRW itu, hutan kota itu idealnya minimal 20 persen. Dan kita di Kota Mataram telah memenuhinya,” tuturnya.

Baca juga:  BMKG Keluarkan Peringatan Bahaya Gelombang Tinggi

Kondisi cuaca di Kota Mataram yang terasa lebih panas dibanding pada hari sebelumnya, diduga dipicu emisi rumah kaca. Bagi Adi Ardiansyah, salah seorang warga, ini diakibatkan oleh pemanasan global.

“Cuaca sekarang semakin panas jadi akibat pemanasan global, ini berbagai faktor yang dirasakan oleh manusia luar biasa juga,” ujar Adi ditemui Jumat, 11 Januari 2019.

Selain faktor pemanasan global yang berasal dari efek rumah kaca, juga dipicu oleh berkurangnya ruang terbuka hijau. Padahal, keberadaan pohon penting untuk kebutuhan oksigen.

Baca juga:  BMKG Keluarkan Peringatan Bahaya Gelombang Tinggi

“Pohon-pohon besar ditebang oleh masyarakat jadi penyadaran untuk menghijaukan alam itu tidak tumbuh, padahal sebenarnya pohon besar ini kan menghasilkan oksigen,” lanjut mantan Ketua BEM Ummat 2017-2018.

Perubahan cuaca oleh emisi rumah kaca harap Adi, tidak saja menjadi tanggungjawab pemerintah. Masyarakat juga memiliki andil melestarikan lingkungan.

“Jadi harapannya secara kolektif, tidak hanya tugas pemerintah tetapi pemerintah juga harus bersikap akomodatif pada masyarakat, jadi mengajak masyarakat mensyiarkan kepada masyarakat NTB agar kita sama-sama memperbaiki lingkungan kita,” tambahnya. (mhj)