Geopark Rinjani Masih Jadi ‘’Keranjang’’ Sampah

Selong (Suara NTB) – Geopark Rinjani masih menjadi ‘’keranjang’’ sampah. Kesadaran para pendaki ke gunung setinggi 3.762 mdpl itu sangat rendah. Pendaki membuang sampah sembarangan. Terlihat saat ini Rinjani menjadi tempat tumpukan sampah yang belum teratasi penanganannya sekarang.

Penuturan Ketua Asosiasi Pendaki Gunung Indonesia (APGI), Mirzoan kepada Suara NTB, Rabu, 11 Juli 2018 kemarin, para pendaki ke Rinjani ini perlu ditingkatkan kesadarannya. Bersama dengan para satuan tugas penanganan kebersihan Rinjani, APGI melakukan clean up Rinjani. Namun keterbatasan tenaga membuat tidak bisa maksimal melakukan pembersihan mengingat tumpukan sampah yang sangat besar.

Baca juga:  Punya Geopark, NTB Targetkan Peningkatan Ekonomi

Bersama Satgas yang dibentuk Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), APGI sudah bekerja membersihkan Rinjani. Akan tetapi cara-cara yang dilakukan masih belum mampu mengurangi volume sampah yang justru dari waktu ke waktu terus meningkat.

Dikhawatirkan, masalah sampah Rinjani ini menjadi semakin besar. Karena itu, APGI berharap TNGR terus memaksimalkan upaya membersihkan Rinjani dan membuat regulasi terkait penanganan sampah.

Baca juga:  Geopark Satun Thailand Tuan Rumah APGN 2021

Sampah yang timbul dari aktivitas pariwisata minat khusus yaitu pendakian di dalam kawasan harus segera diatasi. Membersihkan Rinjani saat ini tidak bisa hanya dengan  berwacana. Diperlukana aksi nyata dan cepat sehingga sampah tidak jadi biang masalah yang makin besar.

‘’Sedih saya. Dulu kita bisa santai bersandar di mana kita mau istirahat saat melakukan pendakian. Namun kali ini, waduh, bau tak sedap dan pemandangan sampah yang menjijikkan di mana-mana,’’ keluhnya. (rus)