Ratusan Mata Air Hilang di Selatan Tambora

Dompu (Suara NTB) – Sekda Kabupaten Dompu, H. Agus Bukhari, SH, M.Si mengakui praktik illegal logging masih banyak terjadi dan memanfaatkan berbagai modus seperti kayu kebun dan lainnya. Untuk menekan praktik tersebut, mesti ada penegakan hukum yang tegas dan tanpa pandang bulu. Bahkan akibat perambahan dan pembalakan liar di selatan gunung Tambora, ratusan mata air hilang, dari 200-an titik air, kini tinggal 25-an titik air.

“Untuk menekan praktik illegal logging hanya dengan penegakan hukum kata kuncinya. Ketika penegakan hukum maksimal dilakukan, maka para pelaku dan pengepul akan berpikir – pikir melakukan illegal logging,” kata Sekda kepada Suara NTB, Jumat, 24 Februari 2017.

Upaya penangkapan dan penegakan hukum atas pelaku illegal logging (perambahan hutan) di Dompu sudah dilakukan aparat penegak hukum. Namun para pelaku sering kali menggunakan banyak alibi, sehingga mereka bisa bebas dari jeratan hukum. Seperti beberapa waktu lalu menyebutkan bahwa kayunya merupakan hasil kebun dan aparat sering lolos saat pengecekan tonggak. “Karena sudah sering ditangkap, tapi tidak bisa sampai dijerat hukum membuat beberapa aparat apatis,” terangnya.

Sekda pun mengaku, di lereng selatan gunung Tambora yang sebelumnya terdapat 200-an titik mata air, kini hanya tersisa 25-an titik air. Hilangnya mata air ini tidak lepas dari dampak praktek perusakan hutan di gunung Tambora. Praktik ini tidak hanya oleh warga sekitar, tapi juga kini melibatkan pengusaha luar.

“Dengan pemetaan wilayah hutan yang dilakukan saat ini memudahkan dalam penangan hutan kita,” katanya.

Namun Sekda juga membantah, program jagung yang digalakkan di Kabupaten Dompu menyebabkan hutan gundul dan banjir bandang di Dompu. Wilayah Manggelewa sebagai daerah sentra jagung Dompu justru tidak ada banjir.

  Akibat Angin Puting Beliung, Hampir Seribu Hektare Jagung di Dompu Rusak

Selain itu, kata H Agus Bukhari, sungai – sungai di Dompu khususnya dalam kota sudah dilakukan normalisasi sungai. (ula)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here