Warga Mengeluh, Pembuatan Marka Jalan Buat Rumah Bergetar

Mataram (suarantb.com) – Tak selamanya pembuatan marka jalan untuk keselamatan pengendara berdampak positif. Melalui aplikasi Pelor Mas yang dikelola Dishub NTB, warga dengan id 08175789xx2 ini mengeluhkan pita penggaduh (rumble strip) yang terpasang di Jalan Sandubaya.

Pasalnya, setelah pita penggaduh tersebut terpasang dan kendaraan melintas, warga mengaku getarannya terasa hingga rumah mereka.

“Kami keberatan dengan adanya gangguan akibat terpasangnya pita-pita tersebut. Kami ingin dikembalikan saja utuh seperti semula, agar rumah kami tidak cepat rusak karena getaran dan kami tidak jantungan terkaget-kaget bila ada kendaraan yang melintas. Selama 24 jam kendaraan ramai melintas dan selama itu pula kami tidak nyaman beristirahat di rumah. Karena selama itu getarannya selalu mengguncang dengan suara yang keras seperti gempa,” demikian isi keluhannya.

Menyikapi keluhan warga ini, Kepala Dinas Perhubungan NTB, Lalu Bayu Windya mengakui dimensi pita penggaduh yang terpasang di Jalan Sandubaya tersebut harusnya berbeda. “Di Sandubaya itu ukurannya terlalu besar dan tinggi, sehingga berdampak getaran ke rumah penduduk,” ujarnya, Jumat, 23 Juni 2017.

Terkait tindak lanjut dari laporan tersebut, Bayu menyatakan telah disampaikan dalam rapat Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (FLLAJ) NTB.  Terutama pada Badan Jalan Nasional, yang bertanggung jawab atas jalan nasional tersebut.

“Kita sudah sampaikan ke Balai Jalan Nasional yang masang rumble strip di Sandubaya untuk berkoordinasi dengan Balai LLAJSDP NTB,” katanya.

Terkait harapan warga untuk mengembalikan jalan mulus seperti sedia kala, Bayu menyampaikan masih dalam tahap diskusi. Fungsi dari pita penggaduh ini dijelaskan Bayu di antaranya yaitu mengurangi kecepatan karena telah memasuki pintu tol.

“Ada juga tujuannya untuk mengurangi kecepatan, karena jalan tersebut memasuki perkotaan,” tambahnya. (ros)