Agustus, Puncak Kekeringan di Loteng

Praya (Suara NTB) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) saat ini mulai bersiaga guna menghadapi dampak kekeringan yang akan terjadi pada tahun ini. Puncak kekeringan di Loteng diprekdisi bakal berlangsung pada bulan Agustus mendatang.
Demikian diungkapkan Kepala BPBD Loteng, H. Muhammad, saat dikonfirmasi Suara NTB, Rabu, 14 Juni 2017.

Diakuinya, saat ini memang sudah masuk musim kemarau. Meski demikian, hujan sesekali masih turun. Bahkan dengan intensitas cukup tinggi. Namun memasuki bulan Juli mendatang, kondisi cuaca diprediksikan sudah mulai berubah. Di mana intensitas hujan akan jauh menurun.

Baca juga:  Kemarau Panjang, Warga Rebutan Air Bersih

“Musim kemarau itu akan mulai dirasakan dampaknya pada bulan Juli sampai September. Dengan puncaknya pada Bulan Agustus. Artinya, pada kurun waktu itulah dampak kekeringan akan begitu terasa,’’ terangnya.

Terhadap semua kemungkinan yang terjadi akibat dampak dari kekeringan, BPBD Loteng sudah bersiaga dengan menyiapkan kebutuhan air bersih bagi masyarakat yang membutuhkan. “Kita sudah siap dengan mengantisipasi dampak kekeringan. Bahkan kalau kemudian ada permintaan air bersih hari ini, kita siap layani,” imbuhnya.

Baca juga:  Kemarau Panjang, Warga Rebutan Air Bersih

Hanya saja, hingga saat ini pihaknya belum menerima permintaan droping air bersih dari masyarakat, karena dampak kekeringan belum begitu dirasakan.

Disinggung kesiapan armada untuk keperluan distribusi air bersih, Muhammad, mengklaim sudah siap dengan dua armada. Bahkan, jika dibutuhkan tambahan, armada dari Dinas Sosial maupun dari PDAM Praya juga sudah disiap untuk dikerapkan setiap waktu. Termasuk armada milik BPBD Provinsi. (kir)